Dermotimes.Mahasiswa menurut Siswoyo definisi mahasiswa yakni individu yang sedang menuntut ilmu ditingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi. Sebagai mahasiswa kita juga berperan sebagai masyrakat kampus yang dimana tujuan utama kita yaitu belajar. Ini juga merupakan suatu bentuk pengimplementasian dari ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan dikampus untuk bisa direalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kenapa sih begitu penting merawat nalar dan kritis kita sebagai mahasiswa? Menjadi mahasiswa merupakan kesempatan emas yang harus bisa dimanfaatkan untuk belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Selain belajar dan menuntut ilmu sebagai tugas utama kita, sebagai mahasiswa juga perlu merawat nalar dan kritis terhadap sesuatu yang terjadi dilingkungan masyarakat. Dalam hal ini mahasiswa berfungsi untuk melakukan sebuah kontrol sosial terhadap sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam masyarakat. Mahasiswa juga harus mampu mencerminkan nilai ataupun karakter terbaiknya dalam lingkup sosial. Selain itu mahasiswa juga harus menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia. Dan tidak kalah penting mahasiswa merupakan seorang pelajar yang menjaga nilai yang ada di masyarakat dan kebenarannya adalah mutlak. Dengan demikian begitu pentingnya untuk merawat dan nalar kritis kita sebagai mahasiswa.
Menurut Keraf berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menguhubungkan bukti, fakta, petunjuk, yang menuju kepada suatu kesimpulan. Nalar atau Penalaran dapat didefinisikan sebagai proses beripikir terhadap suatu kesimpulan berdasarkan kapasitas yang kita miliki secara sadar dan logis berdasarkan fakta dan sumber yang relevan. Jadi perlu diketahui penalaran ini sangat penting untuk kita, yang dimana kemampuan penalaran ini menjadi salah satu landasan penting untuk berpikir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan ataupun permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa.
Sebagai mahasiswa harus mempunyai kebebasan dalam berfikir seperti bisa mengidentifikasi, mengobservasi, menganalisa, dan menimbang suatu isu yang terjadi. Cara berfikir ini dapat menentukan keberhasilan mahasiswa dalam membangun pemahaman serta kritik yang berguna terhadap sebuah konsep yang ada. Sebelum melakukan sesuatu, sebelum memegang suatu nilai, sebelum mempercayai suatu nilai sebagai mahasiswa kita harus menganalisa semuanya agar tau akan manfaatnya.
John Dewey mendefinisikan bahwa “Berpikir reflektif adalah sebuah pertimbangan aktif, gigih, dan hati-hati dari setiap kepercayaan atau bentuk pengetahuan yang seharusnya dengan alasan yang jelas dan dapat mendukungnya, kesimpulan yang lebih lanjut akan menjadi tujuan akhir”. Oleh sebab itu, berpikir kritis merupakan suatu proses dari identifikasi suatu masalah, observasi, analisis, evaluasi, merefleksikan dan kemudian membuat keputusan.
Yang menjadi pertanyaan ialah, Bagaimana cara berpikir kritis? Dalam hal ini sebagai mahasiswa harus mulai beripikir secara objektif dan seadil mungkin terhadap suatu masalah yang ada, mengidentifikasi argument lain atau sudut pandang yang berkaitan dengan permasalahan, harus selalu mengevaluasi argument valid atau tidaknya, dan harus tau implikasi dari keputusan yang dipilih.
Menurut Jordan Peterson, salah satu seorang psikolog satu cara untuk berpikir kritis ialah menulis. Ketika seseorang menulis, hal itu akan melatih bagaimana otak untuk berpikir secara sistematis. Maka dari itu menulis merupakan salah satu aspek penting bagi mahasiswa karena dengan kemampuan tersebut kita dapat menciptakan atau mengembangkan pikiran, ide, ataupun kreativitas yang kita miliki untuk merawat nalar dan kritis. Selain itu berpikir kritis ini juga mendorong kita untuk berpikir menggunakan logika dibandingkan dengan emosional dan perasaan, sehingga menjadikan salah satu kemampuan berpikir secara rasional.
Pada akhirnya merawat nalar dan kritis sudah menjadi salah satu hal yang fundamental sebagai mahasiswa. Maka dari itu, salah satu cara utama untuk bisa menjalankan peran kita yaitu dengan merawat nalar dan kritis tersebut. Sebagai mahasiswa yang dimana memiliki arti “paling terpelajar” , sudah menjadi kewajiban untuk menjalankan hal-hal yang sudah menjadi tanggung jawab kita. Selain itu adapun manfaat yang bisa didapatkan dalam hal menjaga nalar dan kritis yaitu, 1.) mudah menyelsaikan masalah, 2.) memilki pemikiran yang luas dan terbuka, 3.) meminimalisir salah persepsi, 4.) memahami kemampuan diri sendiri, 5.) tidak mudah dimanfaatkan orang lain.
Selain itu menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah dan keistimewaan untuk kita, meskipun begitu tidak lah mudah menjadi mahasiswa karena mengemban tugas yang begitu berat untuk bisa bertanggung jawab atas hal-hal yang ada dilingkungan kampus ataupun masyarakat. Mahasiswa juga merupakan seorang pelajar dimana memiliki fungsi untuk menjaga nilai-nilai yang ada dimasyarakat dan kebenarannya adalah mutlak, yaitu menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan empati. Maka dari itu manfaatkanlah peluang serta tanggung jawab ini dan perbanyakalah belajar dari apapun itu untuk dapat menciptakan sumber daya manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan untuk dapat menjadi harapan bangsa dimasa depan.
“Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.”
– Soekarno

Editor by Dermotimes
