Aksi damai Aliansi Satuan Anti Kekerasan Seksual (SAKRAL) Menuntut Sikap Tegas Rektor UMM atas Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus dan Permendikbud

Dermotimes.Malang, Jawa Timur, Kamis, (10/03/22) Beberapa mahasiswa dan mahasiswi UMM  yang tergabung dalam aliansi Satuan Anti Kekerasan Seksual (SAKRAL) UMM melakukan aksi demonstrasi di UMM. Aksi tersebut merupakan respon dari penolakan atas semua bentuk kekerasan seksual yang terjadi di Kampus (Permendikbud Nomor 30 Tahun 202) sekaligus memperingati International Women day (IWD).

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 10:00 WIB hingga 11:30 WIB. Sekitar 100-an mahasiswa dan mahasiswa UMM turut hadir dalam aksi tersebut. Aksi tersebut merupakan aksi damai yang dilakukan untuk memperingatkan pihak kampus agar tegas dalam menyikapi persoalan pelecehan seksual. Adapun beberapa tuntutan yang dibawa diantaranya:

  1. Pihak Universitas Muhammadiyah Malang segera merespon adanya PERMENDIKBUD RISTEK No.30 Tahun 2021
  2. Pembentukan wadah baru di kampus yang berfokus pada tahap pelaporan, rehabilitas ,pemulihan korban , serta penanganan lebih lanjut kepada pelaku kekerasan seksual
  3. Pembentukan divisi keperempuanan di BEM dan terciptanya regulasi terkait poin divisi keperempuanan oleh SEMU.

Aksi dari Aliansi tersebut terdiri dari beberapa organisasi intra maupun ekstra kampus yakni diantaranya Kohati dan PP Korkom UMM, BEM FISIP, BEM Hukum, KAMMI UMM, BEM FPP, DAN SENAT Hukum.

Humaa Siyan Indie selaku koordinator lapangan aksi tersebut menyatakan dalam wawancara tim redaksi Dermotimes bahwa “aksi ini adalah aksi pertama dari aliansi kami, namun kami akan terus melakukan pengawasan dan pengawalan terkait data dan informasi mahasiswa yang tidak tertangani dengan baik. Sehingga penanganan aksi kekerasan seksual di ranah kampus dapat terselesaikan dengan baik.”

Icah sebagai peserta aksi juga mengatakan bahwa “semoga UMM dapat terbuka matanya untuk menangani persoalan pelecehan seksual baik yang belum didengarkan maupun sudah didengarkan.”

Aksi tersebut berjalan dengan lancar, massa aksi langsung bertemu dengan rektor UMM Dr..H .,M .p.d.Fauzan dan melakukan mediasi di depan kantor rektorat. Dalam mediasi tersebut, menemukan hasil sementara bahwa nantinya pihak massa aksi akan melakukan koordinasi dengan pihak kemahasiswaan kampus maupun pihak BEM Universitas dan SEM Universitas untuk mendalami lagi persoalan ini hingga menemukan hasil yang optimal.

 

(zok) 10/Mar/22 Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *