Dermotimes.Sejarah telah mencatat bahwa bangsa Indonesia telah merdeka 78 tahun. Cita-cita kemerdekaan yang digagas oleh bapak pendiri bangsa (founding fathers) menjadi tanggung jawab kita semua untuk melanjutkan tonggak-tonggak perjuangan pergerakan tersebut. Guna mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai salah satu ikon penting kehidupan masyarakat perlu dilakukan upaya-upaya aktualisasi menuju masa depan yang baik. Perjalanan waktu yang cukup panjang dijadikan pelajaran yang berharga untuk menciptakan sejarah di masa depan yang baik bagi bangsa dan negara. Dahulu Indonesia pada era 60-an dipuji sebagai negara yang berhasil menaikkan indeks pembangunan manusia karena banyaknya tenaga pengajar Indonesia pada saat itu yang diperbantukan ke negara tetangga yakni Malaysia, dan banyak juga mahasiswa dari Negara tetangga yang belajar di Indonesia. Namun hari ini keadaan itu berbanding terbalik, dimana Indonesia yang dulunya mengekspor guru namun saat ini mengekspor tenaga kerja. Yang berarti kualitas sumber daya manusia Indonesia menurun dari guru berganti tenaga kerja buruh.
Pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan guna memiliki kepribadian yang baik serta berwawasan luas. Sebab tanpa adanya pendidikan kehidupan manusia akan sulit mengalami peningkatan dan kemajuan. Maka dari itu pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam kemajuan bangsa, karena yang menentukan masa depan bangsa ditentukan oleh manusia yang memiliki ilmu pengetahuan. Manfaat pendidikan secara jelas dapat kita lihat pada Negeri Matahari Terbit “jepang” dimana setelah kekalahan terhadap sekutu, Kaisar Hirohito bukannya menanyakan berapa banyak tentara yang masih tersisa, melainkan menanyakan berapa jumlah guru yang tersisa. kekalahan tersebut menyadarkan kaisar Hirohito bahwa jepang kalah dalam pendidikan karena tidak tahu cara membuat bom dahsyat yang telah membumihanguskan kota Hirosima dan Nagasaki. Hal ini selaras dikatakan oleh Nelson Mandela bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Oleh sebab itu jika Indonesia ingin menjadi negara maju maka perlu meningkatkan kualitas pendidikan. Karena kemajuan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh pendidikan yang berkualitas.
Jika kita mengacu pada salah satu Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia yakni Finlandia. Banyak sekali perbedaan bagaikan langit dan bumi, yang dimana dapat kita lihat sistem pendidikan di sana sangatlah rapi dan tidak serumit di Indonesia, misalkan kurikulum yang sering gonta-ganti. Bagi penulis ada beberapa masalah dalam sistem pendidikan Indonesia, yang pertama pergantian kurikulum yang menyebabkan dimana para pendidik belum mampu memahami atau beradaptasi dengan kurikulum yang lama kemudian diganti kurikulum yang baru. Ditambah lagi ketidakmampuan pendidik dalam proses menjalankan pembaharuan kurikulum sehingga berdampak pada kualitas pendidikan. Sementara kurikulum di Finlandia disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta guru tidak hanya sebagai pengajar tetapi mereka juga ahli di bidang kurikulum dengan tetap berada dalam panduan resmi pemerintah.
Masalah yang kedua, pendidikan di Indonesia terletak pada kuantitas dan kualitas para pendidik. Secara objektif kuantitas guru kurang memadai meskipun tidak dapat dipukul rata, tapi perlu kita akui karena banyak terjadi di daerah terpencil. Hal ini disebabkan karena kurang menariknya profesi menjadi seorang guru saat ini. Banyak alasan kenapa kurang menariknya profesi guru saat ini, yaitu gaji yang sedikit dan kurang dihargainya profesi seorang guru. Ditambah lagi banyak anak muda saat ini lebih memilih profesi menjadi seorang Pengusaha, Polisi, Tentara, dan Dokter. Kemudian kualitas guru di Indonesia sangat jauh dikatakan berkompeten dan berkualitas. Bagi penulis hal seperti ini wajar-wajar saja karena kurang adanya seleksi secara keseluruhan sebagai syarat pemenuhan kualitas keprofesian seorang guru. Yang diperhatikan hanyalah sebatas memiliki gelar pendidikan minimum Diploma Empat (D-IV) dan Sarjana Satu (SI). Sedangkan kalau kita bandingkan dengan Negara Finlandia guru merupakan profesi yang sangat dihargai dan memiliki gaji cukup tinggi, kemudian guru di sana sangat berkompeten dan berkualitas karena menerapkan kebijakan perekrutan yang sangat ketat dan tidak muda untuk menjadi seorang guru.
Permasalahan ketiga, Pendidikan Indonesia memperbeda-bedakan antara anak memiliki kemampuan dan anak yang kurang berkemampuan, bagi penulis hal seperti ini akan menimbulkan fenomena siswa berprestasi dan siswa tidak berprestasi akibatnya akan menimbulkan dampak buruk terhadap mentalitas peserta didik. Selain itu, akan mengakibatkan tidak meratanya anak yang memiliki kompeten dan berkualitas sehingga akan menimbulkan sumber daya manusia yang tidak merata dan akan berdampak buruk terhadap kemajuan Negara. Karena kesuksesan pendidikan tidak terletak hanya terhadap anak yang memiliki kemampuan akan tetapi terletak bagaimana agar meratanya anak memiliki kemampuan.
Permasalahan yang terakhir, belum adanya pemerataan pendidikan di Indonesia. Sebagaimana sarana prasarana infrastruktur pendidikan antara sekolah yang di kota dan daerah terpencil atau desa berbeda jauh fasilitasnya. Misalnya sarana prasarana sekolah di desa kurang adanya penunjang belajar mengajar baik gedung, meja, komputer, bangunan laboratorium dan lainnya. Akibatnya kualitas sumberdaya manusia antara perkotaan dan pedesaan tertinggal jauh. Ditambah lagi kesenjangan pendidikan, yang dimana tidak sedikit anak-anak Indonesia putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akibat faktor biaya.
Sebagaimana yang disebutkan, jelas bahwa pendidikan kita berada dalam garis kacau. Dikarenakan tidak sedikit permasalahan yang lahir dalam sistem pendidikan kita. Penulis meyakini bahwa semua orang ikut terlibat didalamnya baik pemerintah, guru, bahkan masyarakat itu sendiri. Tentunya yang kita inginkan, sistem pendidikan kita berjalan dengan sebagaimana mestinya. Sebab dengan pendidikanlah kualitas sumber daya manusia yang dapat tercipta.

Editor by Dermotimes
