Kolaborasi Multi Sektor di Kota Malang: Model Kepemimpinan Kolaboratif Dalam Mendorong Literasi Digital Berkelanjutan

Dermotimes.id – Pada era informasi dan transformasi digital saat ini, literasi digital sangat dibutuhkan dalam dunia Pendidikan. Pemerintah kota Malang, melaui Dinas Pendidikan dalam program kerjanya, melakukan kolaborasi bersama Sekolah, Komunitas IT dan platform digital lokal.

Kolaborasi ini menjadi pondasi penting dalam membekali siswa dengan keterampilan memilah informasi, etika dalam bermedia sosial dan keamanan dalam menggunakan digital. Dengan kolaborasi ini Kota Malang menunjukkan gaya kepemimpinan kolaboratif dan Digital leadership.

Dalam pelatihan ini diharapkan juga memberikan kemudahan kepada guru sebagai tenaga pendidik​​ dalam aktivitas pembelajaran, sehingga mereka dibekali pelatihan terlebih dahulu oleh tim teknologi pendidikan dari perguruan tinggi. Selain itu, terdapat kemudahan internet lokal dari pihak swasta yang mendukung dengan menyediakan akses Wi-Fi gratis di beberapa sekolah.

Dengan program kolaborasi literasi digital yang menyasar pada generasi muda, semoga dapat memberikan dampak yang positif terutama dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya tindakan atau perilaku yang sesuai dengan aturan,norma, hukum dan moral yang berlaku didalam masyarakat serta bijak dalam menggunakan teknologi digital.

Sehingga para siswa menjadi lebih waspada atau lebih berhati-hati terhadap informasi yang beredar dan belajar dalam memanfaatkan media digital atau media sosial untuk memberi manfaat bagi mereka sendiri. Dalam pelaksanaannya terdapat tantangan yang dihadapi, yakni kesenjangan pada akses terhadap perangkat digital dan koneksi internet khususnya di wilayah sekolah-sekolah yang jauh.

Salah satu bentuk nyata dari inisiatif ini, dilakukannya pelatihan literasi digital pada siswa tingkat SMP dan SMA. Pelatihan ini diselenggarakan secara kolaboratif antara beberapa stakeholder terkait, seperti ICT Watch, Diskominfo Kota Malang melalui lokakarya dan simulasi kasus digital, siswa diajak untuk mengenali berbagai bentuk hoaks dan membangun kehadiran positif di media sosial.

Sebagai fasilitator utama atau sebagai seseorang yang membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah dalam kolaborasi literasi digital ini. Guru mendapatkan pelatihan dari tim teknologi pendidikan universitas untuk dapat melancarkan kolaborasi literasi digital ini sehingga memahami teknologi dan mampu untuk mendampingi siswa secara efektif.

Tidak hanya itu ,dukungan juga datang dari sektor swasta, seperti penyedia layanan pada internet yang memberikan akses Wi-Fi gratis di sejumlah sekolah untuk membantu kelancaran dalam kegiatan pembelajaran yang berbasis teknologi.

Pada program ini dapat menanamkan pemahaman mengenai pentingnya literasi media digital, termasuk pada prinsip-prinsip komunikasi yang baik, dan dampak dari penggunaan media sosial terhadap data pribadi dan relasi yang ada di media sosial sosial. Keterlibatan mahasiswa UMM dalam program pengabdian masyarakat turut memperkuat gerakan literasi digital ini.

Mahasiswa tersebut mengadakan pelatihan praktis bagi guru yang mencakup penggunaan perangkat lunak atau teknologi contohnya seperti Microsoft Office, desain grafis melalui Canva dan pemanfaatan Google Form. Pada kegiatan ini tidak hanya menambah keterampilan digital, tetapi juga meningkatkan kemampuan untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu dengan tepat, dan akurat dalam pengelolaan administrasi di sekolah.

Model atau gaya kepemimpinan kolaboratif seperti yang dijalankan di Kota Malang, menunjukkan bahwa literasi digital bisa menjadi kompetensi atau kemampuan yang nyata jika ada kerja sama atau interaksi yang menghasilkan hasil yang lebih besar daripada jumlah individual dibandingkan jika masing-masing pihak bekerja sendiri-sendiri antara berbagai pihak.

Langkah-langkah ini perlu terus diperluas agar mencapai tujuan yang lebih banyak sekolah dan komunitas, sehingga tidak ada siswa yang tertinggal dalam menghadapi dunia digital yang terus berkembang. Dari pemerintah hingga komunitas lokal, bersatu untuk menjadikan generasi muda bukan hanya sebagai seseorang yang lebih sering hanya menonton atau membaca konten di media sosial, aplikasi atau platform online, daripada berinteraksi secara aktif dalam teknologi, tetapi sebagai generasi muda yang aktif dan bijak dalam dunia digital.

Dengan begitu Kota Malang dapat berpotensi menjadi model nasional dalam pembangunan literasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam Kolaborasi digital ini, sangat berpengaruh penting untuk generasi muda yang ada di Kota Malang. kemampuan pada literasi digital, memudahkan generasi muda dalam menjelajahi informasi dengan cepat dan luas selain itu pada kolaborasi ini juga membawa dampak yang sangat positif.

Siswa menjadi sadar akan pentingnya bersikap bijak di dunia digital atau media sosial dan mengetahui cara menggunakan teknologi secara produktif. Selain itu siswa menjadi lebih paham tentang pentingnya menjaga privasi dalam menggunakan media sosial atau dunia digital. Jika program ini terus berkembang dan diperluas ke semua wilayah yang ada di Kota Malang atau di seluruh daerah yang ada di Indoesia, maka hal ini dapat menjadi contoh dalam membangun generasi muda yang cerdas dalam dunia digital dan dapat menggunakan teknologi digital atau media sosial dengan baik. Guna menuju Indonesia emas 2045.

PENULIS: Nabila Aisyah Anjeli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *