Merajut Silaturahmi dan Mempererat Ukhuwah, KAHMI Bersama HMI ISIP UMM Mengadakan Halalbihalal

Dermotimes.id -Dengan mengangkat tema “Mari manfaatkan momen halalbihalal di Hari Raya Idul Fitri untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi”. Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, Komisariat Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang  mengadakan halalbihalal pada hari sabtu, 12 April 2025.

Acara yang bertempat di  kediaman ayahanda Lutfhi J Kurniawan, jalan Joyosuko Metro No.42, kalimetro itu dihadiri oleh keluarga KAHMI ISIP UMM, demisioner, pengurus serta seluruh kader HmI ISIP UMM.

Govin Aditia selaku ketua umum HmI ISIP UMM mengatakan, halalbihalal menjadi salah satu momentum untuk kader HmI ISIP UMM  bersilaturahmi kepada alumni untuk mempererat tali persaudaraan.

“Oleh sebab itu, harapannya kader HmI ISIP UMM dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berharga terkait bagaimana proses dan perjuangan mereka dulu sewaktu menjadi seorang mahasiswa yang berhimpun di Himpunan mahasiswa Islam”, Ujar Govin sapaan akrab Ketum HmI ISIP UMM 2024-2025.

Lutfhi J Kurniawan selaku Presidium KAHMI Majelis Daerah Kota Malang, mengatakan, berjuang itu adalah pertaruhan dan kader HmI ISIP harus memiliki mental pejuang itu. Hal ini  bila diselaraskan dengan yang disampaikan oleh Sjahrir bahwa hidup yang tidak diperjuangkan tidak akan pernah dimenangkan. Bahkan dalam Al-Qur’an menegaskan innallaha ya’muru bil adli wal ihsan.

“Semangatlah belajar dimanapun konsen kalian entah di aktivis, akademis, politik dan entrepreneur seperti yang saya lakukan pada hari ini. Kuncinya adalah bagaimana kita memiliki semangat dan keinginan yang kuat untuk menggapai apa yang menjadi tujuan kedepannya. Maka dari itu kita tidak boleh setengah-setengah dalam berjuang”, Ucap Lutfhi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HmI ISIP UMM 1990-1992.

Selain itu, Muhson Asis Ketua Umum HmI ISIP UMM 1993-1994, mengatakan bahwa, proses pengembangan perkaderan adalah hal sangat penting untuk mempersiapkan kader HmI ISIP UMM menjadi insan yang intelektul dan spiritual, dengan tujuan menjadi kader yang siap berkontribusi untuk mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara.

tak hanya itu, Muhson juga menekankan tiga hal yang harus ditanamkan didalam diri kader HmI ISIP UMM.

Pertama, jadilah kader yang membela keadilan dan bepihak pada kebenaran (Aktivis).

Kedua, jadilah kader yang paham terkait dengan politik (Pembebasan).

Ketiga, jadilah kader yang paham untuk mempersiapkan diri menjadi entrepreneur (Kemandirian). Tujuan ketiga poin ini agar kader HmI menjadi insan yang khoirunnas anfauhum linnas.

Awang Dharmawan, Ketua Umum HmI ISIP UMM tahun 2009-2010, mengenang ketika menjabat ketum waktu itu, salah satu trobosan yang dilakukan guna membentuk kader menjadi insan akademis dengan cara meningkatkan literasi, menulis dan menghadirkan nuansa diskusi berbasis akademis. Hal ini ditandai dengan terbentuknya Warung Kopi Djaeng (Warkop Djaeng) atau yang akrab dikenal hari ini dengan Mahdjab Djaeng

“Waktu itu Madzab Djaeng setiap minggu selalau berjalan diskusinya namun tidak hanya sebatas diskusi semata, melainkan saat diskusi berlangsung apa yang kita diskusikan tersebut di catat untuk di buat opini/artikel lalu kemudian diterbitkan dimedia cetak dan menghasilkan uang dan bahkan Madzab Djaeng dikiranya dibuat oleh HmI Cabang Malang padahal itu dibentuk dari HmI ISIP UMM”, ungkap Awang yang sekarang berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri Surabaya.

Hal yang disampaikan oleh alumni di atas menjadi sebuah motivasi sekaligus refleksi yang mendalam bagi seluruh kader HmI ISIP UMM. Dalam konteks ini, para kader diajak untuk berpikir kritis dan visioner, merenungkan sejauh mana kesiapan mereka dalam meneruskan perjuangan organisasi, menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan, serta menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Untaian pesan yang disampaikan tidak hanya mengingatkan akan sejarah panjang dan kontribusi besar HmI dalam melahirkan tokoh-tokoh penting di negeri ini, tetapi juga menjadi bahan renungan terhadap arah dan masa depan himpunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *