Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di TPS 3R KAMSI Desa Mulyosari

Dermotimes.Sampah merupakan masalah yang pasti ada disetiap daerah, perkotaan maupun desa. Maka dari itu Masyarakat Desa Mulyosari Kecamatan Donomulyo terus melakukan banyak terobosan agar masalah sampah di desa ini bisa teratasi. Salah satu terobosan yang sudah berjalan di Desa Mulyosari adalah program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle Kampung Sigrak (TPS 3R KAMSI). TPS 3R KAMSI yaitu tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulangan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah. Selain kegiatan yang sudah di sebutkan sebelumnya TPS 3R KAMSI ini bergerak pada produksi kompos. Program ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga masyarakat di Kecamatan Donomulyo.

Sampah sendiri memiliki arti yaitu sisa dari kegiatan proses produksi yang berasal dari rumah tangga maupun industri. Selain berasal dari rumah tangga sampah juga bersumber dari pemukiman penduduk, sampah dari tempat umum maupun pedagang di tempat umum.

TPS 3R KAMSI merupakan sistem pengolahan sampah yang menggunakan bantuan teknologi mesin pencacah sampah, dan pengayak kompos yang akan menimbulkan efek positif dan menjadi faktor penilaian dari suatu hasil yang didapatkan.

Kepala TPS 3R Desa Mulsoyasi, Bapak Muhammad Ichwan mengatakan program ini untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga masyarakat Kecamatan Donomulyo. “Sampah-sampah yang ada akan dipilah, mana sampah kering dan mana sampah basah. Sampah kering dipisah untuk dirosokkan, dan sampah basah diolah untuk dijadikan menjadi pupuk kompos yang selanjutnya akan diperjual belikan,“ kata Muhammad Ichwan, Jum’at (30/12/2022).

TPS 3R KAMSI ini merupakan salah satu potensi Desa Donomulyo yang harusnya didukung dan dikembangkan dengan baik. Dari adanya TPS 3R KAMSI ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik bagi banyak pihak di Desa tersebut maupun Desa lain.

Dengan program ini, sampah diolah dan dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk kompos, dengan cara sampah dipilih antara sampah basah dan sampah kering. Sampah basah yang ada itu diolah melalui proses penggilingan dan disaring setelah itu di biarkan agar terurai dan menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos tersendiri memiliki guna sebagai penguat akar pada tanaman agar dapat menyimpan air lebih lama.

Menurut Bapak Muhammad Ichwan selaku ketua TPS 3R KAMSI menyatakan bahwa “pupuk kompos yang dihasilkan selanjutnya akan diperjual belikan kepada para petani, dan uang dari hasil penjualan pupuk kompos tersebut akan dialokasikan ke dalam pengembangan bangunan dan pembenahan mesin ataupun kendaraan yang dipakai dalam tempat pengolahan tersebut”. Ujar beliau.

Dampak dari pembuatan pupuk kompos yang diolah di tempat pengolahan sampah yang ada di Desa ini yaitu agar dapat mendukung para petani, para penjual tanaman yang ada di Desa ini tidak lagi kesulitan ataupun tidak lagi jauh – jauh untuk mereka mendapatkan pupuk yang mereka butuhkan. Selain dari untuk mendukung di bidang pertanian di Desa tersebut, harapannya pupuk kompos tersebut dapat sampai pada tingkat nasional.

Selain dari pembuatan pupuk kompos sampah plastik atau sampah anorganik yang dikumpulkan di TPS 3R KAMSI ini selanjutnya akan dirosokkan kepada bank sampah yang ada di daerah tersebut. TPS 3R KAMSI ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan dengan tujuan untuk menjalin kerjasama di TPS 3R KAMSI tersebut.

dok.penulis

 

Editor: By Tim Editor Dermotimes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *