Peran Sosiologi Organisasi dalam Meningkatkan Potensi Desa Wisata

Dermotimes.id,Opini- Sosiologi organisasi merupakan studi tentang ilmu kemasyarakatan yang khusus berkaitan dengan perkembangan organisasi dan perilaku-perilaku organisasi. Sosiologi organisasi juga dapat diartikan sebagai studi tentang proses sosial dalam organisasi, nilai, norma sosial yang berlaku dalam organisasi, struktur sosial dalam organisasi, dinamika sosial dalam organisasi, dan perubahan sosial dalam organisasi. Sosiologi Organisasi pada hakekatnya adalah suatu disiplin ilmu yang diorientasikan untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena organisasi dari sudut pandang sosiologi.

Sosiologi Organisasi tidak dapat dilepaskan dari domain antara dinamika sosial dan struktur organisasi masyarakat yang dipahami dengan teori, konsep, metodologi, dan paradigma sosiologi. Sosiologi Organisasi merupakan salah satu diantara beberapa kajian khusus sosiologi yang paling berkembang selain sosiologi kependudukan, sosiologi pedesaan, sosiologi hukum, sosiologi agama dan lain-lain. Dengan kata lain, sosiologi organisasi merupakan sub bagian dari kajian sosiologi yang membahas tentang organisasi sebagai salah satu bentuk kelompok sosial yang formal dan berkembang di masyarakat.

Menjadi bagian dari sebuah organisasi mempunyai dampak yang sangat besar untuk kehidupan. Selalu ada masalah yang perlu di pecahkan bersama, selain itu sebuah organisasi juga dapat berperan penting dalam tata kelola suatu wilayah untuk meningkatkan sumber daya yang ada. Contohnya dalam tata kelola sebuah desa pariwisata, potensi desa perlu dikelola melalui lembaga atau organisasi kemasyarakatan. Pearce (2015) mengemukakan fungsi dan peran organisasi tata kelola destinasi sebagai berikut:

  1. Organisasi tata kelola akan membantu dalam memasarkan, melakukan branding dan memosisikan (positioning) suatu destinasi.
  2. Membantu mengembangkan dan atau mengelola produk yang dimiliki suatu destinasi.
  3. Melakukan proses perencanaan, implementasi dan evaluasi program kerja yang berkaitan dengan pariwisata suatu destinasi.
  4. Mendorong masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata melalui peran fasilitator
  5. Berperan dalam proses pemberian informasi dalam kegiatan sosialisasi urgensi dan manfaat pariwisata bagi masyarakat.

Oleh karena itu, dengan adanya organisasi diharapkan dapat memberikan struktur dan kerangka kerja yang jelas untuk mengkoordinasi kegiatan. Hal tersebut membantu menghindari sebuah konflik dalam kegiatan yang tidak terorganisir. Sebuah organisasi juga dapat memberikan manfaat seperti pengembangan kemampuan bagi individu melalui pelatihan yang di sediakan. Seperti dikemukakan oleh Scott (2004) sosiologi telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk pemahaman kita tentang organisasi dalam masyarakat tradisional dan modern. Oleh karena itu, organisasi akan selalu memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat, dan karena masyarakat terus berkembang, kajian sosiologi organisasi akan terus berubah sesuai dengan perubahan tersebut.

Dalam mempelajari sosiologi organisasi, kita dapat memperhatikan masalah sosial yang terkait dengan organisasi. Mempelajari sosiologi organisasi diharapkan memberi kita perspektif yang lebih manusiawi tentang fenomena yang terjadi dalam suatu organisasi. Pada skala yang lebih luas, ini bergantung pada tradisi intelektual masyarakat dan kondisi ekonomi dan politik masyarakat. Selain itu, mempelajari sosiologi organisasi dapat memberikan pelatihan pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat.

Dalam kegiatan pelatihan ini, organisasi dan lembaga desa berperan sebagai mitra kerja pemerintah, baik di tingkat kampung, hingga kabupaten. Mereka diharapkan dapat menjadi inisiator, motivator, evaluator, dan solusi dalam pengembangan desa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan bagi lembaga dalam konteks pemberdayaan organisasi masyarakat.

Dengan demikian, peran sosiologi organisasi dalam meningkatkan potensi desa sangat penting. Organisasi dan lembaga desa harus berperan sebagai mitra kerja pemerintah, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan meningkatkan potensi desa melalui pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, promosi, dan kegiatan organisasi agar potensi desa dapat meningkat dan berkembang.

Penulis : Muhammad Afiqillah Yusuf, Mahasiswa Sosiologi UMM 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *