Sejuta Asa Mimpi Perempuan Timur

Dermotimes.id,Opini-Perempuan adalah mahluk paling mulia yang diciptakan Tuhan, mahluk paling misterius untuk ditebak. Lahir sebagai seorang perempuan memamg memiliki tantangan yang berat, terlebih lahir dari lingkungan yang masih cukup tradisional dalam hal pemikiran. Nilai budaya tradisional sebenarnya tidak semua buruk atau tidak baik namun untuk nilai tertentu akan salah jika dimaknai salah dan digunakan pada watu yang salah pula.

Lahir sebagai perempuan timur salah satunya menjadi tantangan tersendiri dimana lingkugan hukum adat masih sangat lekat di kehidupan sehari-hari. Sebagai perempuan timur yang lahir di lingkungan yang masih lekat dengan budaya patriarki sekolah merupakan hal yang tabu untuk didapatkan oleh perempuan-perempuan disana.

Budaya yang   masih menjunjung tinggi bahwa perempuan adalah harus di rumah untuk mengurus suami dan anak. Masyarakat masih memegang teguh bahwa marwah keluarga adalah terletak pada anak perempuanya. Jika perempuan memiliki pendidikan yang tinggi akan di cap bahwa dia telah keluar dari martabatnya sebagai perempuan karena akan selalu dianggap melawan karena dia telah bersekolah. Seolah-olah pendidikan yang diberikan adalah hal yang salah jika terletak pada perempuan.

Mendidik perempuan secara pikiran dan intelektual akan membawa kepada keburukan karena akan melahirkan perempuan yang berani menentang atas ketikadilan yang di alaminya. Peremuan bermimpi menjadi apa yang mereka inginkan pun akan dianggap menjadi aib dalam keluarga. Perempuan jika kelak menjadi seorang istri dinilai akan melawan suaminya karena pemikiranya.

Menjadi perempuan timur memang tidak mudah. Melawan hukum adat dan pemikiran kolot adalah sebuah dosa. Perempuan juga dihadapkan dengan standar kecantikan yang dibuat oleh hukum masyarakat, jika tidak memenuhi standar tersebut maka kita akan dilihat berbeda dari yang lain. Ketika mendapatkan keistimewaan yang luar biasa bagi yang memenuhinya dan akan tersingkir dari pergaulan masyarakat bagi yang tidak. Sungguh tekanan hidup yang begitu luar biasa sebagai perempuan.

Perempuan juga harus dituntut untuk kuat, bahkan air mata mereka hanya mampu membendungnya tanpa mengeluarkan suara. Lantas apa yang seharusnya perempuan perbuat? apakah ia harus terus hidup dalam bayang-bayang pemikiran kolot. Lalu  bagaimana menyadarkan perempuan lain yang bahkan mereka tidak menyadari bahwa mereka telah ditindas secara pemikiran. Memberi mereka kesadaran bahwa mereka berharga, mereka berhak untuk bermimpi.

Tuhan apakah sebuah dosa jika perempuan bersekolah. Keberanian dari manakah perempuan dapatkan hanya untuk sekedar permimpi, Tuhan apa yang harus aku lakukan untuk membantu saudara perempuanku yang ada di ujung timur indonesia itu. Perempuan timur dengan segala keistimewaannya namun juga dengan segala hukum adat yang mengikat. Sejuta mimpi mereka yang bahkan tidak sanggup untuk diutarakan, seolah-olah dibungkam oleh hukum masyarakat dan dipaksa oleh sebuah keadaan.

Tuhan aku sangat bersyukur lahir dari keluarga yang memberikan kebebasan untuk anak perempuanya untuk bermimpi. Anak perempuan tunggal yang lahir dari ibu yang luar biasa dan ayah yang istimewa. Tapi Tuhan bagaimana dengan saudara perempuanku di timur sana yang kurang beruntung seperti diriku.

Tuhan aku bahkan takut untuk menceritakan pengalamanku selama menempuh pendidikan tinggi. Rasa takut melukai hatinya karena mereka tidak dapat menikmati indahnya menuntut ilmu di negeri ini seperti yang engkau anugerahkan kepadaku. Akupun teriris hatinya jika melihat mereka hanya menjadi ibu rumah tangga dengan pakaian sederhana duduk di depan rumah dengan mengendong anak.

Aku tidak menyalahkan bahwa menjadi ibu yang seperti itu adalah salah, tetapi kenapa seolah-olah hidup seorang perempuan hanya seputar rumah, anak dan suami. Menjadi ibu memang adalah mimpi semua perempuan dan anugerah terindah dari Tuhan. Karena tidak semua perempuan dapat merasakan indahnya menjadi seorang ibu. Tetapi memilih menjadi seorang ibu yang cerdas juga adalah mimpi semua perempuan.

Aku perempuan timur dengan sejuta asah dan mimpiku berani untuk mengejar cita-cita dan ambisiku. Ku niatkan dan kuatkan langkahku untuk belajar, serta membawa harapan dan doa orang tuaku. Tidak mudah hidup sebagai perempuan di negeri in. Perempuan sepertiku yang tidak pernah jauh dari orang tua tiba-tiba harus dihadapkan dengan kerasnya dunia, keringat, air mata dan rasa lelah menjadi teman setia dalam perjalananku selama ini.

Segala kisah pahit dan manis telah membentukku menjadi perempuan sekuat ini. Rasa letih selalu ada namun harus tetap ku jalani. Tuhan kuatkan langkahku mudahkan jalanku, aku hanya ingin menjadi perempuan timur yang berani menyuarakan hak saudara-saudara perempuanku yang tertindas. Sejuta mimpi mereka yang terkubur. Aku berani bermimpi bukan untuk menggantikan posisi maskulin tapi aku berani bermimpi untuk menjadi diriku sendiri, membebaskan pikiranku, melambungkan mimpi-mimpiku.

Aku berhak untuk cerdas karena anak ku berhak lahir dari ibu yang cerdas. Perempuan adalah sekolah pertama untuk anak mereka, karena itu perempuan berhak untuk bersekolah. Karena generasi masa depan suatu bangsa tergantung bagaimana perempuan dididik dan diperlakukan. Pesanku wahai perempuan hebat di luar sana kalian luar biasa dengan versi kalian masing-masing. Jangan pernah takut untuk bermimpi, bebaskan pikiranmu tingkatkan kualitasmu karena darimu seorang insan khalifah pejuang akan lahir. Apapun yang kau usahakan sekarang tetap semangat, semoga Tuhan selalu memudahkan jalanmu.

Penulis : Wa Ode Nurfadillah Defanny, Mahasiswa Hubungan Internasional UMM 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *