Dermotimes.id – Dalam usaha untuk mencapai agenda Indonesia emas tahun 2045, Indonesia sedang berusaha untuk melakukan transformasi digital. Salah-satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam melakukan transformasi digital di indonesia adalah membentuk lembaga Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional atau PP atau Bappenas.
Bappenas bertugas dalam menyusun strategi pembangunan jangka panjang dan menengah. Dalam konteks upaya mewujudkan transformasi digital, Bappenas turut unjuk peran dengan memberlakukan UU Pembangunan Jangka Panjang yang didalamnya telah tertuang bahwa Artificial Intelligence (AI) hingga 20 tahun kedepan. Hal ini diungkapkan oleh Dini Maghfira, selaku Direktur Eksekutif Satu Data Indonesia Kementerian PPN/Bappenas.
Di era digital, keberadaan pemimpin yang paham akan perkembangan digital akan bersifat fundamental dan sangat krusial. Adapun kebijakan yang telah dilakukan pengimplementasiannya secara nyata yang dilakukan berbagai kementrian yaitu Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan untuk mengubah transformasional digital di Indonesia menjadi lebih berkembang.
Seperti pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang telah melakukan berbagai pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui komitmen mereka yang ingin melakukan Pembangunan secara merata terutama di daerah pinggiran atau daerah terluar.
Mereka ingin memastikan bahwa akses internet dan infrastruktur digital tersedia di seluruh pelosok negeri tidak hanya di kota-kota besar. Sehingga pada tahun 2015 yang awalnya terdapat 122 kabupaten tertinggal dalam segi digital dapat ditekan menjadi 62 kabupaten.
Namun hal tersebut masih belum cukup jika kita ingin mempercepat tranformasi digital di indonesia, diperlukan adanya sosok pemimpin yang dapat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan menavigasi serta memanfaatkan teknologi digital secara efektif.
Maka gaya kepemimpinan yang cocok untuk dapat memecahkan masalah ini yaitu gaya kepemimpinan digital atau digital leadsership. Untuk dapat menerapkan gaya kepemimpinan ini dibutuhkan kemampuan yang dapat beradaptasi secara cepat dengan perkembangan atau perubahan yang ada.
Maka dari itu, pemimpin tersebut perlu memiliki visi yang jauh melihat masa depan untuk menciptakan berbagai inovasi dan trobosan yang baru. Dalam pengambilan keputusan pemimpin tersebut sepatutnya selalu berorientasi terhadap data dan informasi yang akurat sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan.
Keuntungan yang didapatkan dalam gaya kepemimpinan digital sangat menjanjikan jika kita dapat menerapkannya di Indonesia seperti berpotensi menciptakan inovasi dan trobosan baru, akses informasi dan data yang mudah diakses seluruh kalangan masyarakat, pelayanan publik yang dapat dilakukan seacara efektif dan efisien serta dapat Memperluas jaringan pasar dan bersaing hingga ke kancah internasional.
Lalu apakah gaya kepemimpinan digital dapat diterapkan di Indonesia?
Jawaban nya sangat bisa dan sangat berpotensi melihat perkembangan teknologi yang semakin berkembang serta Indonesia yang sedang mempercepat transformasi digital untuk menuju indonesia emas 2045.
Meski begitu, sudah ada beberapa pemimpin di Indonesia yang telah menerapkan gaya kepemimpinan digital Seperti Nadiem Makarim, Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini. Para pemimpin ini berhasil beradaptasi dengan berkembang nya teknologi secara pesat dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengembangkan kota mereka menjadi lebih baik.
Seperti ibu Tri Rismaharini yang berhasil membuat Surabaya menjadi salah satu kota smart city di Indonesia. Beliau membuat berbagai pelayanan publik berbasis digital untuk dapat digunakan masyarakat seperti Surabaya command-center dan juga aplikasi seperti Surabaya Single Window (SSW).
Adapun pemuda-pemudi yang berhasil memanfaatkan teknologi dan mengembangkan start up perikanan yaitu Azellia Alma Shafira dan Fajar Sidik Abdullah yang merupakan CEO dan juga co-founder dari Banoo yaitu sebuah start up perikanan yang fokus pada pengintegrasian teknologi pertanian, khususnya untuk budidaya ikan air tawar.
Teknologi yang mereka kembangkan adalah teknologi aerasi microbubble Mycrofish yang dapat meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air dan mendorong pertumbuhan ikan mencapai 42%.
Dalam bidang AI ada start up yang berhasil dikembangkan oleh pemuda Indonesia yang Bernama Meidy Fitranto dan Faris Rahman yang membuat start up bernama nodeflux. Start up ini mengembangkan kecerdasan buatan khususnya di bidang pengenalan wajah.
Nodeflux telah dikenal di Indonesia bahkan hinggan kancah internasional dimana Nodeflux telah menjadi bagian dari Nvidia Metropolis Software Partner Program (Nvidia-MSPP).
Melalui data tersebut maka, hal ini sebagai tanda dimana pemuda-pemudi di indonesia telah beradaptasi dan menerapkan teknologi untuk dimanfaatkan kedepannya. Sehingga besar kemungkinan Indonesia tidak akan kekurangan para calon pemimpin yang dapat menguasai teknologi dan dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif.
Meski begitu masih banyak tantangan yang harus dihadapi di Indonesia untuk dapat menerapkan gaya kepemimpinan digital dan melakukan transformasi digital seperti adanya perubahan budaya baru, dimana setiap birokrasi di Indonesia perlu beradaptasi dalam menerapkan berbagai teknologi baru.
Hal ini merupakan tantangan bagi seorang pemimpin untuk melakukan pelatihan dan melakukan adaptasi birokrasi di Indonesia. Selain itu, adapun kesenjangan digital yang dimana tidak semua daerah di Indonesia dapat mengakses teknologi yang ada, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemimpin digital untuk membuat pemerataan infrastruktur yang dapat digunakan semua kalangan untuk mengakses teknologi yang ada.
Pemimpin di era digital juga perlu memastikan dan menjamin keamanan data dan privasi. Dengan semakin berkembangnya teknologi, isu keamanan data dan privasi menjadi perhatian utama. Dimana teknologi digital yang terus berkembang tidak dapat dipungkiri gaya kepemimpinan digital sangat dibutuhkan pada masa kini.
Terutama Indonesia yang ingin mempercepat transformasi digital untuk menuju indonesia emas 2045. Meski memiliki berbagai tantangan untuk dapat diterapkan di Indonesia namun hal tersebut masih bisa diselesaikan dengan pemimpin yang terbuka pada perubahan serta mau selalu belajar dengan perubahan yang ada.
Gaya kepemimpinan ini memiliki potensi yang besar untuk diterapkan di Indonesia melihat penerus bangsa yang mulai akrab dengan ada nya perkembangan teknologi tersebut. Maka bisa dipastikan indonesia tidak akan kekurangan pemimpin yang dapat memahami teknologi dan berkemungkinan mewujudkan Indonesia emas 2045.

