Aksi Demonstrasi: Mahasiswa Menuntut Audiensi dengan DPRD Kota Malang

Dermotimes.Rabu, (22/03/22), Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang melakukan aksi demonstrasi di gedung DPRD Kota Malang. Aksi unjuk rasa tersebut dilatarbelakangi oleh dua persoalan, yakni menuntut Presiden untuk mencopot Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan menuntut DPRD Kota Malang untuk memberikan transparansi Dana Pokir (Pokok-Pokok Pikiran).

Dalam demonstrasi tersebut, para mahasiswa bersikeras untuk bertemu dengan pimpinan DPRD, agar memberikan penjelasan sesuai tuntutan yang diberikan demonstran. Namun, aksi yang dimulai pukul 12:10 saat tibanya di gedung DPRD belum juga kunjung bertemu dengan pimpinan DPRD.

Karena tak kunjung bertemu pimpinan DPRD, massa aksi kemudian memaksa untuk masuk ke gedung. Sempat terjadi peristiwa dorong-mendorong antara massa aksi dengan aparat Kepolisian. Namun belum juga bertemu hingga para demonstran pun membakar ban bekas hingga memblokade jalan beberapa saat di depan gedung DPRD Kota Malang.

Massa aksi kemudian memaksa masuk kembali ke gedung untuk bertemu dengan pimpinan DPRD. Hingga pukul 14:55 anggota DPRD perwakilan pimpinan keluar dan melakukan audiensi dengan massa aksi.

Tuntutan dari pihak mahasiswa yakni mencopot M. Lutfi sebagai Menteri Perdagangan pun didengar pihak DPRD, namun perlu surat tuntutan resmi dari pihak demonstran dan kemudian ditandatangani pihak DPRD Kota malang untuk kemudian dikirim ke pusat, dalam penjelasan anggota DPRD tersebut.

“silahkan teman-teman (massa aksi) buat tuntutan terkait menteri perdagangan, kami tandatangani, ayo kita sampaikan ke pusat, ayo kita copot.” Sanggah salah satu anggota DPRD.

Rahmat Madubun, selaku Koordinator aksi tersebut mengatakan akan terus mengawal persoalan ini, apabila pihak DPRD kota Malang tidak menindak lanjuti tuntutan mereka.

“aksi lanjutan tetap akan kita lakukan apabila pihak DPRD tidak merespon tuntutan kami.” Ujar Madubun dalam wawancara media pers.

 

(rm) 24/Mar/22 Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *