Mahasiswa PMM UMM Hadirkan Kesadaran Literasi dan Semangat Jaga Lingkungan di SDN Ketanireng

Dermotimes.id- Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) berfungsi sebagai platform bagi mahasiswa untuk menyalurkan berbagai aktivitas positif kepada masyarakat. Tim PMM UMM Bhaktiku  Negeri kelompok 38 gelombang 9, terdapat berbagai disiplin ilmu, mulai dari Sosiologi, Agroteknologi dan Informatika menghasilkan suatu kolaborasi yang akan diterapkan dalam program kerja. Tim ini beranggotakan 5 orang, yaitu Puput Fadila (Sosiologi) sebagai koordinator, Trystan Brillian Rhamadhan (Agrotkenologi) sebagai sekretaris, Rendy Ferdian (Agroteknologi) sebagai bendahara, Pangeran Zacky (Agroteknologi) sebagai humas dan yang terakhir Agung Fitra (Informatika) sebagai PDD (Publikasi, Dokumentasi dan Dekorasi). PMM ini diselenggarakan dalam rentang waktu 1 bulan, di SDN Ketanireng Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kelompok 38 Gelombang 9 membawa tema “ Meningkatkan Literasi dan Kesadaran Menjaga Lingkungan di SDN Ketanireng dan Masyarakat Desa serta Meningkatkan UMKM Desa”.

Menurut Program for International Student Assessment (PISA) yang diselenggarakan oleh OECD, Indonesia menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki tingkat literasi rendah di tahun 2019, di peringkat 62 dari 70 negara. Semenjak terjadinya pandemi COVID-19 di tahun 2020, UNESCO juga memerhatikan bahwa di Bali, tingkat pembelajaran literasi sangat terbatas karena banyak sekolah-sekolah yang ditutup. Anak-anak yang tinggal di daerah terpencil tanpa akses internet dan buku juga mengalami kesulitan dalam meningkatkan literasi membaca. Dengan budaya literasi yang rendah ini apakah mungkin Indonesia mencapai generasi emas di masa yang akan datang?

Padahal literasi menjadi salah satu aspek penting dalam pertumbuhan anak. Menurut Elizabeth Sulby (1986), arti literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam bekomunikasi (membaca, berbicara, menyimak dan menulis) dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan membaca dan menulis. Menurut Harahap (2022: 2091) manfaat kemampuan literasi bagi siswa sekolah dasar diantaranya adalah sebagai berikut, (1) dapat meningkatkan pengetahuan dan membangun kosa kata siswa, (2) otak dapat bekerja secara optimal dan ideal, (3) menambah wawasan dan pengalaman siswa, (4) mengasah diri dan daya ingat dalam menangkap suatu data informasi pada sebuah bacaan, (5) melatih kefokusan dan konsentrasi siswa, (6) mempersiapkan kemampuan berfikir penalaran dan kemampuan ilmiah siswa, (7) mengembangkan kemampuan verbal.

Membangun Lingkungan Literasi melalui Pojok Baca

Setelah melakukan pengamatan mendalam di lokasi tersebut, ditemukan bahwa kesadaran akan pentingnya literasi di Sekolah Dasar masih tergolong rendah. Hal ini mendorong Tim PMM kelompok 38 gelombang 9 untuk mengambil langkah konkret dengan mengadakan program lomba pojok baca. Program ini dirancang dengan tujuan utama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung minat baca di kalangan siswa. Melalui pojok baca, diharapkan siswa tidak hanya tertarik untuk membaca buku, tetapi juga terlibat dalam proses kreatif untuk merancang ruang baca yang nyaman dan menarik. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran literasi sekaligus mengasah kreativitas siswa dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Dalam lomba mendesain pojok baca, bukan hanya sekedar menghias namun di asah untuk dapat mengelola atau mendaur ulang sampah menjadi barang yang fungsional. Selain itu, kelompok kami bekerja sama dengan pengawas dari wilayah Kecamatan Prigen untuk melakukan penilaian. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga kriteria utama: kreativitas, fungsionalitas, dan penerapan literasi. Ketiga aspek ini dinilai dengan cermat untuk memastikan bahwa pojok baca yang dibuat tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendukung fungsi edukatif dan mampu meningkatkan minat baca di kalangan siswa.

Salah satu pojok baca yang dirancang dan dihias oleh                                        siswa kelas 2

Kesadaran Lingkungan dengan Literasi

Menghidupkan kesadaran lingkungan melalui literasi dan aksi nyata, seperti menanam bibit, adalah cara yang efektif untuk mengedukasi siswa sekaligus melibatkan mereka secara langsung dalam upaya pelestarian alam. Program ini menggabungkan pembelajaran teoretis melalui bacaan yang menginspirasi dengan praktik nyata menanam bibit, sehingga siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menciptakan ruang hijau di sekitar mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya lingkungan akan tumbuh seiring dengan berkembangnya bibit yang mereka tanam, menjadikan literasi lingkungan sebagai fondasi bagi generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab.

Melalui program kerja kami di atas, kami berupaya untuk turut berkontribusi meningkatkan kesdaran pentingnya literasi dan menjaga lingkungan sejak dini untuk mewujudkan Indonesia Emas. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan literasi dan aksi nyata seperti menanam bibit, kami tidak hanya memperluas wawasan mereka tentang pentingnya membaca dan menjaga lingkungan, tetapi juga memupuk rasa tanggung jawab sejak dini. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan produktif.

Dari pelaksanaan program kerja yang kami jalankan, kami mendapatkan respons positif yang menggembirakan dari siswa-siswi SDN Ketanireng. Mereka menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi dalam setiap kegiatan yang kami tawarkan.

Para siswa tidak hanya terlibat aktif dalam lomba pojok baca dan menanam bibit, tetapi juga menunjukkan peningkatan minat dalam membaca dan kepedulian terhadap lingkungan. Respon ini mencerminkan keberhasilan program kami dalam membangun kesadaran literasi dan lingkungan di kalangan mereka, serta menggarisbawahi dampak positif dari pendekatan yang kami terapkan. Keterlibatan dan semangat siswa ini menjadi indikasi awal bahwa langkah-langkah yang kami ambil telah memberikan kontribusi yang berarti dalam mencapai tujuan pendidikan dan pelestarian lingkungan.

Proyeksi dari program kerja yang telah kami jalankan menunjukkan potensi dampak jangka panjang yang signifikan. Dengan respons positif yang diperoleh dari siswa-siswi SDN Ketanireng, kami berharap program ini dapat berkembang lebih jauh dan memberikan manfaat yang lebih luas. Apabila Keberlanjutan ini dapat dijaga tentunya dengan diadakannya regulasi dari pihak sekolah, maka dapat menjadi budaya baru yang tertanam pada tiap karakteristik siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *