Dermotimes.id-Ratusan mahasiswa beserta elemen masyarakat melakukan aksi kamisan di depan balai kota Malang (kamis/16/03/2023). Pantauan di lokasi pukul 14.00 WIB di depan balai kota Malang mahasiswa dan elemen masyarakat mulai berdatangan. Massa aksi kurang lebih berjumlah 200 – 300 orang yang berasal dari BEM Universitas yang ada di Malang Raya, Malang Corruption Watch, Aksi Kamisan, Aremania Kampus serta elemen masyarakat sipil.

(mahasiswa se-Malang Raya melakukan aksi kamisan buntut vonis ringan terdakwa tragedi kanjuruhan)
Dalam aksinya, mereka menuntut diantaranya menenetapkan Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober sebagai pelanggaran HAM berat dan memprotes vonis ringan kepada para terdakwa Tragedi Kanjuruhan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.
Sementara itu Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, Rafly berharap bahwa keputusan vonis PN Surabaya bisa memberikan rasa keadilan dan kepuasan bagi para korban.
“Kami meminta hakim untuk bertindak objektif, apabila kemudian hari ini perkara dilemparkan kepada Pengadilan Tinggi untuk ditingkat banding, kami berharap hakim ditingkat banding bisa memberikan rasa puas, rasa adil kepada masyarakat. Itu harapan kami”. sebut Rafly.
Para mahasiswa juga turut menuntut pemerintah untuk menetapkan tragedi Kanjuruhan sebagai pelanggaran HAM berat. Mereka menilai tragedi tersebut terstruktur dan sistematis.
“Kita tahu banyak sekali tragedi yang harusnya masuk sebagai pelanggaran HAM berat tapi sampai hari ini pemerintah tidak mengambil sikap, pemerintah terkesan abai,” ujar Rafly.
Saat dimintai tanggapan terkait vonis bebas kepada dua terdakwa yakni eks Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi dan eks Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Para mahasiswa akan mengkaji terkait masalah hal itu dan akan melakukan aksi yang sama dengan eskalasi massa yang lebih besar. “Untuk vonis bebas kita belum kaji sampai disitu karena memang kita kemarin kajiannya masih tuntutan yang 3 tahun namun kita akan Kembali lagi karena keadilan belum dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,”ujar Abinaga selaku koordinator aksi.
Abinaga Parawansa selaku koordinator aksi mengatakan bahwa aksi ini diharapkan bisa memberikan semangat kepada para korban tragedi Kanjuruhan dan sebagai saluran semangat perjuangan untuk para korban yang menuntut keadilan.
Pewarta : Amay Djibran
Editor : Admin
