“Aksi Cipayung Malang, Menuntut Kejelasan Pemerintah”

Dermotimes.Rabu, (14/04/22), Terjadi aksi yang mengatasnamakan Malang Cipayung Plus, yang terdiri dari beberapa gabungan organisasi-organisasi Mahasiswa yang ada di Malang. Diantaranya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Aksi ini berlangsung di depan Kantor DPRD Kota Malang dari pukul 12:39 WIB sampai pada pukul 15:00 WIB.

Dalam aksi ini organisasi-organisasi Malang Cipayung melakukan orasi ilmiah di depan gedung DPRD Kota Malang dengan membawa tuntutan berupa, penolakan kenaikan PPN, tolak kenaikan harga pertamax dan juga tolak kenaikan harga minyak goreng.

Para aksi terus melakukan orasi sembari memanggil para anggota dewan untuk menemui massa aksi. Dalam beberapa jam masa aksi melakukan aksi akhirnya Ketua DPRD Kota Malang keluar untuk menemui massa aksi.

Pada aksi ini Ketua DPRD Kota Malang melakukan audiensi yang kemudian adanya penandatangan dari apa yang masa aksi tuntut, kemudian pada aksi itu, massa aksi meminta ketua DPRD Kota Malang untuk benar-benar menindaklanjuti dari apa yang dituntut, karena masa aksi merasa bahwa para pemimpin sekarang tidak peduli lagi terhadap masyarakat Indonesia.

dalam hasil wawancara tim redaksi di lapangan, bahwa dari pihak penanggung jawab massa aksi mengatakan. “pemerintah saat ini jangan terus main-main dengan masyarakat, hari ini kami turun di jalan tidak lain untuk kepentingan masyarakat dan juga pemerintah terlalu banyak mengeluarkan wacana-wacana yang kemudian masyarakat tidak percaya lagi terhadap kebohongan-kebohongan yang dilakukan oleh pihak pemerintah”

kemudian selanjutnya dikatakan oleh salah satu massa aksi. “kalaupun aksi ini tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah, kami akan melakukan aksi jilid II supaya tetap ada kejelasan dari apa yang disampaikan oleh pemerintah,” ujar mulyadin.

(rm) 14/Apr/22 Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *