Dermotimes.Para oknum pembisnis di era sekarang ini berbondong-bondong dalam memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini. Salah satu yang menjadi kebutuhan masyarakat sekarang adalah hiburan atau bisa di sebut (physiological). Night club, tentunya kita tidak asing dengan nama itu bukan. Hiburan ini menjadi salah satu tempat yang digemari untuk dikunjung oleh beberapa kalangan khususnya para remaja.
Night club yang merupakan hiburan yang menawarkan sensasi dengan gaya -gaya orang barat. Hal ini tentunya berdampak pada kalangan remaja-remaja masa kini yang sifatnya mengikuti trend-trend gaya barat. Dengan sajian night club yang terdapat sajian music yang di ubah menjadi music dj dan di pandu oleh disk jockey (DJ) dengan volume yang keras dan terdapat sesuatu yang khas tentunya seperti pencahayaan yang remang-remang beserta kilauan lampu disko yang gemerlap tentunya.
Salah satu senjata tawaran yang mungkin banyak diminati oleh mahasiswa yaitu minuman yang ada di dalam beberapa menu. Minuman yang di suguhkan didalam menu dominan minuman beralkohol dengan berbagai merk dan racikan yang khas dari nihgt club sendiri. Para pengunjung dalam night club antara lain berasal dari kalangan pelajar yang meskipun ada dari salah satu dari mereka yang belum berusia 18+ namun dapat seringkali masuk ke dalam night club untuk bersenang-senang. Harga yang di tawarkan juga bisa dibilang cukup tinggi di antara ratusan sampai jutaan. Sampai sekarang mengunjungi club malam masih menjadi trend dalam menghabiskan waktu luang di kalangan remaja seperti mahasiswa yang butuh refresing dari ancaman deadline tugas di kampusnya.
Hal ini terjadi di kota malang yang merupakan kota Pendidikan yang terdapat bermacam-macam univervitas ternama,bermacam-macam perguruan tinggi yang terdiri dari swasta dan negeri, Selain itu dengan letak geografis kota malang yang dingin menjadi faktor yang menjadi penyebab banyaknya mahasiwa yang memilih menuntut ilmu di kota malang. Mahasiswa di kota malang yang terdiri dari pendatang dan asli malang sendiri.
Mahasiwa yang dinggap sebagai generasi muda pada tahap dewasa memiliki cara tersendiri untuk bersenang -senang. Salah satu cara mereka bersenang-senang tersebut terlihat dari dalam fenomena night club yang menjadi trend anak-anak muda di kota malang. Mahasiswa lebih tertarik dengan bersenang senang dengan dugem dari pada menghabiskan waktunya untuk belajar. Mahasiswa merupakan bagian dari civitas academik yang harus dididik dan dibina agar memiliki kemampuan dan kualitas yang kompeten dan dapat diperhitungkan karena mereka diharapkan dapat berperan menentukan sejarah perkembangan bangsa Indonesia.
Dengan letak kota malang yang strategis dan banyaknya mahasiswa dari berbagai kota, sehingga hal ini menumbuhkan perkembangan ekonomi yang semakin meningkat. Hal ini memungkinkan untuk menumbuhkan munculnya tempat hiburan sebagai industri hiburan pendukung.
Fenomena ini menjadi perbincangan publik karena kota yang disebut kota pendidikan ini menjadi tempat dunia malam mahasiswa. Night club tersebut dianggap melanggar protokol kesehatan Covid-19 karena menggelar dugem dan menimbulkan kerumunan. Video dugem di night club tersebut viral di sejumlah media sosial. Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, kafe tersebut dianggap melanggar karena memicu kerumunan dan pengunjung tak memakai masker. Meski dikenai sanksi tindak pidana ringan, kafe tersebut masih boleh beroperasi. Namun, harus mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yangberlaku.
Di lain sisi kita tidak bisa mengatur hak orang lain untuk beraktivitas. akibatanya dari hal ini menjadi hambatan bagi calon maba yang ingin menunjang pendidikan di kota malang. Viralnya fenomena ini di dengar oleh seluruh wilayah, banyak yang akan menjadi pertimbangan untuk menunjang ilmu di kota ini, salah satunya ketakutan akan salah pergaulan. Tidak dapat di pungkiri seiring perkembangan zaman, hiburan night club menjadi hal yang biasa di kota malang.
Dengan gaya ke barat-baratan ini menjadi daya tarik khususnya remaja-remaja sekarang. Agar hanya terlihat tidak ketinggalan zaman akhirnya orang yang tidak pernah akan minat akan ajakan itu. Adanya aktivitas night club tersebut dilakukan secara berulang-ulang dengan berbagai tujuan sehingga membentuk pola perilaku. Mahasiswa yang mengunjungi night club berasal dari ekonomi yang kurang mampu sampai dengan yang mampu namun mayoritas berasal dari ekonomi mampu Selain dari dampak yang menjadi perbincangan publik, hal ini juga menyebabkan uang jajan yang seharusnya di gunakan untuk makan setiap hari malah di gunakan untuk bersenang-senang dengan hal yang hal seperti itu. Mungkin mahasiwa-mahasiswa yang sudah biasa akan hal itu tetapi bagaimana nasib seorang mahasiswa yang masih lugu dan dari ekonomi yang kurang mampu. Banyak faktanya mahasiswa yang mencari pinjaman-pinjaman uang setelah bersenang senang dari night club tersebut. Namun tak bisa di minuman beralkohol menjadi minuman favorit di kalangan anak remaja di zaman sekarang dengan gaya kebarat-baratan.
Namun dampak besar akan hal ini ada merusak nama baik kota malang juga yang menjadi kota pendidikan, hal ini bukan sepenuhnya salah dari pihak night club sendiri tetapi bagaimana kesadaran mahasiswa -mahasiswa yang datang ke malang untuk menunjang pendidikan malah terbawa akan ajakan yang kurang bermanfaat. Adanya kesadaran untuk mempertimbangkan bagaimana kita seharusnya menjadi mahasiswa, akan tetapi itu menjadi hak dari setiap perorangan, tetapi bagaimanapun juga menjadi tugas dari masing masing untuk menjaga nama baik malang yang menjadi sebutan kota Pendidikan. Jadi dalam hal ini merujuk kepada kesadaran bagi masing masing individu bukan untuk membatasi akan kebebasan dalam haknya tetapi juga harus memikirkan dampak yang lain khusunya nama baik kota malang sendiri.

Editor by Dermotimes
