Melalui Program Psikoedukasi Mahasiswa PMM UMM Kelompok Tiga Melakukan Penguatan Peran Kader Kesehatan Desa Sumberporong

Dermotimes.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung didalam kelompok tiga, Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) melakukan kegiatan psikoedukasi untuk kader kesehatan dengan tema “Penguatan Peran Kader dalam Menjaga Kesehatan Mental Keluarga dan Lingkungan”.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan keluarga, serta bagaimana peran kader sangat dibutuhkan sebagai garda terdepan dalam mengenali dan merespon persoalan emosional di masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada senin 28 juli 2025 ini berlangsung di Balai Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini mendapatkan antusias yang positif dari masyarakat. hal ini dilihat dengan dihadirinya kurang lebih 100 kader kesehatan posyandu Desa Sumberporong.

Melalui sesi interaktif dan diskusi ringan, para kader mendapatkan wawasan mengenai perkembangan anak dan Kesehatan mental keluarga.

Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar kesehatan mental dalam keluarga, peran emosi dalam tumbuh kembang anak, dan bagaimana kader dapat menjadi pendamping awal bagi warga yang mengalami masalah psikologis.

Selain itu dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Sumberporong. Ibu Hj. Idhinningrum, S.Sos selaku Kepala Desa Sumberporong mengatakan, di Sumberporong ini kita sering dengar orang bilang banyak yang mulai sakit jiwa, tapi jarang ada yang benar-benar paham apa penyebabnya, apalagi tahu cara menanganinya.

Selama ini kegiatan posyandu memang fokusnya ke timbang bayi, imunisasi, dan cek fisik. Padahal, kesehatan mental juga penting. Kalau emosi terus dipendam, stres dibiarkan, itu bisa jadi penyakit juga.

“Maka dari itu saya selaku kepala desa sangat bersyukur dengan adanya kegiatan psikoedukasi seperti ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini juga dapat membuka mata kami dan para kader bahwa jadi kader itu bukan hanya urus badan sehat, tapi juga hati dan pikiran warga. Harapannya, kedepan kegiatan seperti ini bisa lebih sering dan kami para kader bisa jadi perpanjangan tangan untuk membantu warga yang sedang butuh pendampingan secara psikologis”, Ungkap Hj. Idhinningrum, S.Sos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *