PMM 40 UMM : Asah Kreativitas Siswa SDN 02 Sumberejo dengan Prakarya dari Barang Bekas

Dermotimes.id-Pendidikan yang holistik berfokus pada pengembangan keterampilan akademis, kreatif, dan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Di tengah peningkatan kesadaran global terhadap isu-isu keberlanjutan, mengajarkan anak-anak untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya dengan bijaksana menjadi semakin penting. Salah satu metode efektif untuk mencapai tujuan ini adalah melalui kegiatan prakarya yang tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga menanamkan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan.

Pada 23-25 Juli 2024, Program Mahasiswa Mengabdi 40 (PMM 40)  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan inisiatif inovatif tepatnya di SDN 02 Sumberejo yang berfokus pada prakarya berbasis barang bekas. Program ini merupakan bagian dari komitmen PMM UMM untuk tidak hanya menyebarluaskan pengetahuan tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang berdampak pada cara berpikir dan bertindak siswa terhadap lingkungan mereka. Kegiatan ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bu Dr. Beti Istanti Suandayani, S.Pd., M.Pd., bersama timnya yang terdiri dari Cahaya Diani Safitri (Koordinator), Feby Honey Softy Soraya (Sekretaris), Firsta Afridyastuti (Bendahara), Dewi Hannah Indramastiti (PDD), dan Alnora Mae (Humas). Kehadiran mereka memberikan dukungan yang berharga dan memastikan kegiatan berjalan dengan lancar.

Selama tiga hari, siswa dari kelas 2 hingga kelas 4 terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif yang memanfaatkan barang-barang bekas sebagai bahan utama, sambil belajar tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah. Kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar sambil bermain, sekaligus memahami konsep daur ulang secara langsung. Berikut adalah rincian kegiatan yang mereka lakukan:

  1. Prakarya dari Toples Bekas dan Plastisin di Kelas 2

Siswa kelas 2 diberi kesempatan untuk berkreasi menggunakan toples bekas atau wadah plastik bekas yang disediakan oleh anggota PMM. Aktivitas ini melibatkan pengolahan plastisin untuk menciptakan karya seni seperti bunga dan berbagai bentuk kreatif lainnya. Mahasiswa PMM 40 UMM tidak hanya mengajarkan teknik dasar pembuatan, tetapi juga menjelaskan pentingnya daur ulang, mengasah keterampilan motorik halus siswa, dan memperkenalkan mereka pada konsep pengelolaan sampah. Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka menggali ide-ide kreatif dari bahan-bahan yang ada.

  1. Kreasi Vas dari Botol Kaca oleh Siswa Kelas 3

Siswa kelas 3 berkesempatan mengubah botol kaca bekas menjadi vas bunga yang menarik. Dalam proses ini, mereka belajar membersihkan botol, menghiasnya dengan cat, pita, dan hiasan kreatif lainnya. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam mengolah bahan tetapi juga menanamkan kesabaran dan ketelitian dalam menghias. Para siswa sangat bersemangat dan menunjukkan kompetisi sehat untuk menghasilkan karya terbaik, sekaligus belajar tentang pentingnya memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang baru dan berguna.

  1. Pembuatan Kotak Tisu dari Kaleng Bekas dan Kertas Origami Bersama Murid Kelas 4

Di kelas 4, kegiatan fokus pada pembuatan kotak tisu dari kaleng bekas yang dihias dengan kertas origami. Siswa belajar mengukur, memotong, dan menempelkan kertas origami dengan cermat untuk menciptakan kotak tisu yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetik. Mahasiswa PMM 40 UMM memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran, mendorong siswa untuk bekerja dengan teliti dan rapi. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan kreativitas tetapi juga mengajarkan pentingnya ketekunan dan perhatian terhadap detail. Hasil akhir kotak tisu ini memiliki nilai estetika yang tinggi dan dapat dipajang di rumah atau di kelas.

Para guru di SDN 02 Sumberejo menyambut program ini dengan sangat positif. Mereka menyatakan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim PMM 40 UMM atas kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan ini. Salah satu guru kelas 3 menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa, yang merupakan aspek penting dalam pendidikan modern. Para guru juga mencatat bahwa kegiatan seperti ini memperkaya pengalaman belajar siswa dan memberikan variasi yang berharga dalam metode pengajaran di kelas.

Kegiatan prakarya yang dilaksanakan oleh PMM 40 UMM di SDN 02 Sumberejo menunjukkan bagaimana prinsip daur ulang dan kreativitas dapat diintegrasikan dalam pendidikan. Siswa belajar melihat potensi dalam barang-barang yang sering dianggap sebagai sampah, berpikir kritis, dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat dari bahan yang tidak berguna. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan program pendidikan yang kreatif dan peduli lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berharga tetapi juga menegaskan pentingnya pendidikan yang menyentuh aspek kreativitas, ketekunan, dan kesadaran lingkungan sejak dini, membentuk generasi yang cerdas secara akademis dan peduli terhadap lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *