PWPM Jawa Timur: BRIN Institusi para Ilmuan atau Preman Jalanan?

DermoTimes.id-Baru saja kita beridul fitri, bermaaf maafan, dan saling mendoakan agar ibadah ramadhan kita di terima. Walaupun berbeda penetapan 1 syawal, tapi rasanya masyarakat tetap ceria dan saling lapang dada dengan perbedaan yang ada. Di 1 syawal hari jumat sahabat Ansor dan Banser begitu sigap mengawal shalat id di berbagai tempat di jatim. Pun demikian dengan KOKAM Pemuda Muhammadiyah, di sabtunya bergantian menjaga shalat id di beberapa titik penting di jatim. Namun sepertinya kehangatan ini sedikit terusik dengan statemen yang lepas kendali dari satu peneliti BRIN yang mengancam akan membunuhi Muhammadiyah yang tidak mau taat dengan Pemerintah yang menetapkan hari raya di sabtu 22 April 2023. Statemen ini benar benar sangat ngawur dan super berbahaya serta berpotensi memantik perpecahan umat yang di grass root sudah begitu cerdas dalam mengusung semangat ukhwah. Statemen ini juga ternyata di awali dari keusilan salah satu profesor astrofisika BRIN yang statemen-statemennya suka usil dan ikut campur masuk ranah pembahasan fiqh yang bukan bidangnya. Disini kita belajar bahwa keahlian dan kepakaran saja tidak cukup dan bahkan bisa menjadi bahan penghancur peradaban jika tidak dibarengi ketulusan dan kelapangan dada dalam menerima khilafiyah yang sifatnya tanawwu’.

Jelas BRIN perlu mengevaluasi ilmuwan ilmuwan semacam ini. Karena ini menjadi cermin buruk slogan toleransi yang jelas jelas digaung-gaungkan di negeri ini.

Hisab dan Ru’yat sudah lama menjadi bahan kajian para ulama. Mengutip dawuh Gus Baha’. Siapa bilang yang pake Hisab itu Muhammadiyah dan Rukyat itu NU. Orang alim mesti tau bahwa hisab dan rukyat itu ilmu yang sama2 berguna untuk umat islam. Hal ini benar benar saya rasakan di kampung saya Gading Kasri Malang. Hampir seumur umur tidak pernah ada beda hari raya karena Pondok Miftahul Huda GadingKasri yang afiliasinya NU dan ranting Muhammadiyah kami Muhammadiyah hampir mirip metode penetapan bulan barunya. Dan semua berjalan guyup rukun dan damai.

Saya yakin guyup rukunnya kampung kami, dan guyup rukunnya warga NU dan Muhammadiyah dinegeri ini karena mereka bersama2 mengedepankan ilmu dan adab, serta jauh dari rasa benar sendiri.

Karenanya, postingan viran peneliti BRIN yang bernada ancaman pembunuhan ini sangat sangat penting untuk segera di proses hukum secara berkeadilan. Agar tidak melukai dan mencederai semangat ukhwah di grass root yang sudah begitu dewasa.

(Wakil Ketua Bidang Dakwah PWPM Jawa Timur)
Ahmad Shobrun Jamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *