DermoTimes.id-Tata kelola yang baik sangat penting untuk keberhasilan dan keberlanjutan organisasi sosial mana pun termasuk didalamnya adalah Pemuda Muhammadiyah. Berikut ini adalah beberapa langkah kunci yang perlu diperhatikan agar Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur semakin baik dalam menjalankan organisasi di era Super Smart Society ini:
Hal Pertama yang terpenting adalah kejelasan visi (Maksud) dan misi (Tujuan). Pernyataan misi dan visi yang jelas akan membantu memandu proses pengambilan keputusan organisasi dan memastikan bahwa setiap orang bekerja menuju tujuan bersama. Alhamdulillah Pemuda Muhammadiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah begitu jelas Visi Misinya. Hal ini tercantum pada Pasal 4 Anggaran Dasar Pemuda Muhammadiyah yang berbunyi: ”Maksud dan tujuan Pemuda Muhammadiyah ini adalah menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam demi terwujudnya kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.”
Visi dan Misi Pemuda Muhammadiyah tersebut menunjukkan dengan begitu jelas bahwa organisasi ini ingin menjadi motor penggerak yang menyatukan, membina dan mendistribusikan Pemuda Islam menjadi penerus perjuangan Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah terbuka untuk seluruh pemuda Islam yang se Visi dengan cita-cita Muhammadiyah untuk bergabung dan mendarmabaktikan tenaga dan fikirannya untuk tercapainya visi mulia Muhammadiyah.
Oleh karenanya, Pemuda Muhammadiyah itu berkarakter terbuka menerima pemuda Islam dari berbagai asal, dari teknokrat muda, pengusaha muda, politisi muda, da’i muda dan sebagainya untuk berhimpun dan merumuskan program-program keumatan dan kebangsaan dalam bingkai manhaj gerakan Muhammadiyah di berbagai level mulai tingkat desa hingga negara.
Kedua, agar semakin berhasil di era digital ini Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur harus membentuk tim kepemimpinan yang kuat. Tim kepemimpinan harus terdiri dari individu dengan latar belakang dan keahlian yang beragam yang dapat memberikan bimbingan dan arahan kepada organisasi. Karenanya Pemuda Muhammadiyah tidak alergi dan apriori terhadap satu golongan profesi atau latar belakang seorang kadernya. Asal setelah di Pemuda Muhammadiyah terbukti dia konsisten berjalan dalam manhaj gerakan muhammadiyah maka terus disupport untuk mengembangkan potensi di bidangnya baik di bidang sosial, politik, sains, ekonomi, keagamaan dan lain sebagainya.
Ketiga, Organisasi yang baik mengembangkan kebijakan dan prosedur-prosedur tetap dalam organisasinya. Agar terus eksis dan roda organisasi terus kontinyu berputar maka kebijakan dan prosedur harus diprogram dan dikembangkan untuk memastikan bahwa setiap orang dalam organisasi mengetahui peraturan dan regulasi yang mengatur tindakan mereka. Kebijakan ini harus ditinjau dan diperbarui secara berkala jika diperlukan. Dan mekanisme ini telah tersusun rapi dalam Anggaran Rumah Tangga Pemuda Muhammadiyah. Maka yang diperlukan adalah ketertiban dan keberlanjutan penyelenggaraan Musyawarah, Rapat, dan Koordinasi di setiap level organisasi yang secara tertib dikawal oleh bidang organisasi.
Keempat, kunci good governance sebuah organisasi adalah penerapan kode etik secara konsisten. Kode etik akan menetapkan pedoman untuk perilaku etis pimpinan dan anggota dalam organisasi dan memastikan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas tindakan mereka. Oleh karenanya sikap Ihsan (muraqabatullah) setiap pimpinan menjadi cerminan baik/buruknya wajah organisasi ini di setiap levelnya. Untuk itu penting bagi setiap pemimpin memiliki sikap muru’ah (menjaga kehormatan diri). Dan akhlak nabawiyah ini tidak mungkin didapat kecuali dengan ta’dib (penempaan diri) dan tadris (pembelajaran) yang kontinyu. Oleh karenanya kajian Tazkiyatun Nafs seharusnya menjadi menu wajib harian bagi pimpinan pemuda Muhammadiyah di setiap tingkatan.
Kelima, agar terus dipercaya mengemban amanah maka langkah kunci berikutnya adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas organisasi. Transparansi dan akuntabilitas sangat penting untuk tata kelola yang baik. Komunikasi rutin dengan pemangku kepentingan dan publik akan membantu membangun kepercayaan dan memastikan bahwa setiap orang memahami tindakan organisasi. Maka kanal-kanal komunikasi dengan organisasi induk (Muhammadiyah), ortom lain, organisasi kepemudaan, pemerintah di setiap level, perlu untuk terus dirawat dan dikawal oleh pimpinan yang memiliki kecakapan dalam komunikasi publik. Pemanfataan kanal media sosial menjadi satu hal wajib agar eksistensi Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur terus tampil. Kalau perlu bahkan harus ada influencer medsos yang diajak bergabung dalam pimpinan kedepan.
Keenam, Soal keuangan. Pemuda Muhammadiyah perlu memastikan stabilitas keuangan dalam organisasinya. Stabilitas keuangan sangat penting untuk keberlanjutan organisasi mana pun. Tata kelola yang baik membutuhkan praktik manajemen keuangan yang efektif, termasuk penganggaran, akuntansi, dan audit. Tertib anggaran termasuk pendapatan organisasi dari sumber halal, pemanfaatan yang sesuai serta pelaporan yang akuntabel harus terus menjadi budaya keuangan kita.
Ketujuh, Langkah kunci berikutnya adalah mendorong keterlibatan pemangku kepentingan (stake holder). Sebagai organisasi modern, kolaborasi adalah sebuah keniscayaan. Tidak mungkin organisasi menjadi besar dan tercapai tujuan-tujuannya tanpa dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak yang mendukung. Oleh karenanya pertemuan rutin dengan para pemangku kepentingan perlu untuk ditingkatkan intensitasnya untuk memastikan bahwa pendapat mereka didengar dan ditindaklanjuti dalam gerakan yang nyata.
Dengan langkah-langkah ini, InsyaAllah Pemuda Muhammadiyah di Jawa Timur akan semakin berhasil dalam mencapai cita-cita serta terjamin keberlanjutannya dalam jangka panjang.
