Aksi Demo Warnai Peringatan Hari Buruh Internasional di Malang

Malang, Dermotimes.idRibuan Mahasiswa dan Buruh melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD dan Balai Kota Malang pada Rabu 1 Mei 2024. Aksi ini dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei. Para Buruh dan Mahasiswa yang melakukan aksi tersebut tergabung dalam Aliansi Suara Rakdjat (ASURO).

Para demonstran berkumpul sejak pukul 10.00 WIB di Stadion Gajayana Malang dan melakukan long march ke Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang. Tampak massa aksi Mahasiswa menggunakan pakaian serba hitam dan Buruh dengan pakaian merah. Selain orasi ilmiah yang dilakukan oleh partisan aksi dari ASURO, aksi ini dirangkaikan dengan aksi teatrikal seni Bantengan khas Jawa Timur.

Ketua Umum Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Malang Andi Irfan yang juga menjadi bagian dari Aliansi menuturkan bahwa tanggal 1 Mei menjadi momentum persatuan untuk seluruh Buruh. Mereka menuntut hak – hak dan perlindungan Buruh. “Selama nafas masih ada, selama demokrasi masih ada celahnya, selama itu pula Buruh memiliki kesempatan untuk terus berjuang”. Sebut Andi.

Di lain sisi, Abdul menjadi salah satu Buruh yang melakukan orasi menuturkan kasus kriminalisasi yang dialami oleh rekan sesama Buruh di Malang. Ia menyebut perusahaannya melakukan kriminalisasi kepada dua anggota Serikat Buruh dengan tuduhan penganiayaan. “kasus ini seperti dipaksakan, sebelum ada proses hukum teman saya sudah menjadi tersangka, padahal reka adegan belum dilakukan,”. Abdul menyebut kasus rekannya sudah lebih dari 3 bulan yang lalu. Ia memperjuangkan hak temannya di hari Buruh dengan . “Ini adalah upaya penggembosan Serikat Buruh di perusahaan kami bekerja,” sebut Abdul.

Di lokasi yang sama, Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya Satria Naufal Putra Ansar menyebut tema yang dibawa dalam aksi ini adalah “Mahkamah Kerakyatan”. Ia menyebut terdapat 6 tuntutan yang dibawa oleh massa aksi pada hari Buruh tahun ini. “5 – 6 tuntutan kami, 5 poin tentang Hak Buruh dan 1 poin tentang Demokrasi,” sebut Satria,

Ia menuturkan aksi yang diadakan hari ini adalah mimbar bebas untuk seluruh elemen dan organisasi yang ada di Malang. Berdasarkan pencatatan dalam konsolidasi aksi, massa aksi sekitar 700 – 800 orang. “siapapun yang merasa merdeka bisa bergabung di Aliansi Suara Rakdjat,” sebut Satria.

Pewarta : Amay Djibran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *