Dermotimes.id, Sukolilo — Persoalan limbah tebu yang selama ini menumpuk tanpa pengolahan di Desa Sukolilo akhirnya mendapat jawaban. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Sukolilo 186 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi program pengolahan limbah tebu menjadi briket arang, sebuah langkah yang diharapkan mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi bagi warga setempat.
Desa Sukolilo dikenal sebagai sentra produksi gula merah berbahan dasar nira tebu, aktivitas industri rumahan yang menjadi mata pencaharian utama sebagian warga. Namun di balik itu, ampas tebu hasil produksi selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku untuk merebus nira, tanpa pengolahan lanjutan. Padahal, jika diolah dengan tepat, limbah tersebut menyimpan nilai ekonomis yang jauh lebih besar.
Melihat kondisi itu, Tim KKN Sukolilo 186 UMM menggagas ide mengolah limbah tebu menjadi briket arang. Menariknya, gagasan ini bukan hal asing bagi warga. Salah satu pemilik pabrik gula merah bahkan mengaku dahulu sempat memiliki rencana serupa, namun belum terealisasi. Saat tim KKN memaparkan program kerja ini, respons yang diterima justru sangat positif.
“Ampas tebu sisa produksi selama ini cuma dibakar saja sampai numpuk banyak. Padahal dulu sempat ada yang kepikiran bikin briket dari situ, tapi belum sempat terealisasi,” ujar Bapak Sutono, salah satu pemilik pabrik gula merah di Desa Sukolilo.
Bapak Sutono pun menyambut antusias program ini. “Harapan saya untuk generasi muda itu punya ide-ide kreatif yang bisa dikemas secara kekinian, supaya usaha ini bisa lebih maju,” tambahnya.
Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN Sukolilo 186, Aji Hasnar, memaparkan bagaimana ide ini bermula dari pengamatan langsung di lapangan hingga akhirnya dirumuskan menjadi program kerja.
“Kami melihat langsung bahwa limbah tebu di Desa Sukolilo ini jumlahnya cukup banyak, tapi selama ini hanya dibakar begitu saja. Dari situ kami berdiskusi dengan warga dan pemilik pabrik gula, lalu muncul ide untuk mengolahnya menjadi briket arang. Kami berharap program ini bisa memberi nilai tambah, bukan hanya bagi lingkungan tapi juga bagi perekonomian warga,” jelas Aji Hasnar.
Kepala Desa Sukolilo, Joni Arifin, S.M., turut menyampaikan apresiasinya, sekaligus berharap program ini dapat berlanjut ke tahap yang lebih luas.
“Dari hasil ide ini nantinya bisa menjadi peluang bagi masyarakat. Bisa untuk membuka lapangan pekerjaan, bisa juga untuk kegiatan yang lain. Jadi, kegiatan ini bisa menjadi awal untuk kita mengembangkan dan melanjutkan ke depannya. Saya sangat mendukung kegiatan ini karena mungkin nantinya bisa dibuka untuk pelaksanaan lanjutan. Saya yakin kalau sudah berjalan dengan baik, kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan membuka peluang usaha baru,” kata Joni Arifin, S.M.
Dukungan dan arahan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Berdampak 186, Drs. Ir. Moh. Jufri, S.T., M.T., yang mendampingi tim sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.
“KKN Berdampak harus mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan masyarakat. Limbah tebu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah melalui sentuhan teknologi menjadi briket yang bernilai ekonomi. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi terus dikembangkan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat Sukolilo,” ungkapnya.
Sebagai wujud keberlanjutan, program ini menghasilkan dua luaran nyata: mesin pencetak briket yang dirancang untuk mempermudah proses produksi, serta modul panduan yang dapat digunakan warga sebagai acuan membuat briket secara mandiri. Kehadiran mesin dan modul ini diharapkan memungkinkan warga Desa Sukolilo, khususnya para pemilik pabrik gula merah, terus memproduksi briket arang secara berkelanjutan sebagai sumber penghasilan tambahan sekaligus solusi pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Program ini menjadi bukti komitmen Tim KKN Berdampak Sukolilo 186 Universitas Muhammadiyah Malang dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Sumber: PERS RELEASE
