Mahasiswa PMM 224 UMM Berdayakan Ibu Hamil Desa Kolpo dalam Upaya Pencegahan Stunting

Dermotimes.id – Guna menekan angka stunting, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), menyelengarakan kegiatan Masak Bareng, Sehat Bareng.

Kegiatan yang bertempat di balai Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep tersebut juga menggandeng Ahli Gizi Desa Kolpo.

Program yang dirancang khusus untuk ibu hamil ini berfokus pada edukasi gizi sekaligus praktik  memasak langsung makanan sehat dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Acara yang berlangsung pada Senin 28 Juli 2025 ini diawali dengan pemaparan dari ahli gizi mengenai kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Baik itu tentang pentingnya protein, zat besi, kalsium, vitamin, hingga asam folat untuk mendukung pertumbuhan janin.

“Pola makan ibu hamil akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang dikandungnya. Oleh sebab itu, penting bagi para ibu untuk memahami cara memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari”, jelas salah satu ahli gizi pendamping.

Usai menerima materi, para ibu hamil diajak mempraktikkan langsung cara mengolah bahan makanan sederhana menjadi menu bergizi.

Mahasiswa PMM 224 bersama ahli gizi menyiapkan resep menggunakan sayuran, ayam, serta tahu yang kemudian dimasak bersama para ibu hamil.

Beberapa peserta berkesempatan ikut memasak di depan, sementara yang lain memperhatikan dan mencatat resep.

Salah satu ibu hamil Desa Kolpo mengatakan, kegiatan ini sangat membantunya dalam menjaga kesehatan ia dan bayinya. Selain itu, melalui program ini ia bisa mengetahui cara mengolah makanan sederhana menjadi lebih bergizi dan sehat tanpa harus menguras kantong yang banyak.

Selain itu, kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Desa. Kepala Desa Kolpo menyebutkan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting karena menyasar kelompok ibu hamil yang memiliki peran besar dalam melahirkan generasi sehat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa PMM 224. Semoga ibu-ibu hamil di desa dapat menerapkan ilmu yang didapat, sehingga tumbuh kembang anak lebih optimal”, ucap hj. Asduriyah Kepala Desa Kolpo.

Lira Syara Sabila, selaku koordinator kelompok PMM 224 pun mengungkapkan, program ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada ibu hamil, bukan sekadar teori. Selain itu, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa bahan makanan lokal sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran pentingnya gizi seimbang. Dengan begitu, ibu tetap sehat dan bayi bisa tumbuh dengan baik. Tak hanya itu, semoga program Masak Bareng Sehat Bareng diharapkan menjadi awal bagi perubahan pola konsumsi ibu hamil di Desa Kolpo”, ungkap Lira Syara Sabila.

Mahasiswa PMM 224 juga menekankan bahwa, edukasi gizi semacam ini perlu berkelanjutan dan bisa diteruskan oleh tenaga kesehatan desa setelah program PMM berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *