
Dermotimes.id Sebanyak 241 warga dari Desa Balun dan Desa Tambakploso mengikuti kegiatan skrining kesehatan dan Tuberkulosis (TBC) yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Balun, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penemuan kasus TBC di tingkat masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan secara langsung. Dari total peserta, sebanyak 167 warga berasal dari Desa Balun, sedangkan 74 peserta lainnya berasal dari Desa Tambakploso. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dengan rangkaian pemeriksaan yang meliputi pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, pemeriksaan gula darah, serta pemeriksaan rontgen paru untuk mendukung proses skrining TBC. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kolaborasi Stop TB Partnership Indonesia (STPI) bersama berbagai pihak. Pelaksanaan tersebut sejalan dengan program Life-saving Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS), yang dijalankan STPI untuk memperluas penemuan kasus TBC melalui pendekatan berbasis komunitas. Program FCSDS di Indonesia mencakup skrining menggunakan portable X-ray berbasis kecerdasan artifisial (AI), khususnya di Jawa Timur dan Jawa Barat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 195 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut mengambil bagian dalam mendukung kelancaran kegiatan. Kelompok ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mohamad Irkham Mamungkas, S.T., M.T., dengan Syamsuddin Nizar sebagai Koordinator Desa (Kordes). Mahasiswa dari bidang kesehatan membantu proses pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan peserta. Sementara itu, mahasiswa dari berbagai program studi lainnya terlibat dalam proses administrasi pendaftaran, pengolahan data identitas peserta, serta membantu mengarahkan warga mengikuti setiap tahapan pemeriksaan. Mahasiswa KKN kelompok 195 juga membantu mengondisikan peserta selama kegiatan berlangsung agar alur pemeriksaan berjalan tertib. Setelah kegiatan selesai, mahasiswa turut membantu membersihkan dan menata kembali area yang digunakan sebagai lokasi pelayanan. Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bentuk kontribusi kelompok KKN 195 dalam mendukung pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat. Dengan pembagian peran antara mahasiswa dari bidang kesehatan dan mahasiswa lintas disiplin, kelompok KKN tidak hanya terlibat dalam aspek pelayanan teknis, tetapi juga membantu memastikan proses administrasi dan mobilitas peserta berjalan dengan baik. Kegiatan yang melibatkan warga dari dua desa tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, organisasi yang bergerak di bidang penanggulangan TBC, serta mahasiswa dalam memperluas akses skrining kesehatan di tingkat komunitas. Melalui kegiatan skrining, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus mendukung upaya penemuan kasus TBC secara lebih dini.
Sumber: PERS RELEASE
