Malang – Semarak Amadanom Kopi Festival (AMKOFEST) 2026 terasa di Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Sabtu (8/8). Dengan mengusung tema “Sinar Kopi Amadanom: Cangkrukan, Budaya, lan Rasa”, festival yang digelar di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amadanom tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi kopi, ekonomi kreatif, hingga seni budaya lokal. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN Berdampak Kelompok 157 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa Amadanom dan masyarakat setempat. Rangkaian acara berlangsung sejak pagi hingga malam dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Rangkaian AMKOFEST dimulai pada pagi hari dengan senam sehat bersama yang diikuti masyarakat Desa Amadanom. Kegiatan berlangsung meriah dengan suasana kebersamaan antarwarga. Setelah senam, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti pembagian doorprize yang menjadi salah satu hiburan dalam rangkaian acara pagi. Kehadiran masyarakat sejak pagi menunjukkan antusiasme warga terhadap pelaksanaan festival yang mengangkat potensi desa mereka. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan sejumlah aktivitas yang memadukan unsur permainan, kreativitas, dan potensi kopi lokal.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah Lomba Memindahkan Biji Kopi Menggunakan Sumpit dan Lomba Kolase. Perlombaan tersebut banyak diikuti oleh anak-anak di sekitar Desa Amadanom, mulai dari siswa kelas 3 SD hingga tingkat SMP. Dengan konsep yang sederhana dan menyenangkan, peserta diajak untuk berkompetisi sekaligus berinteraksi dengan teman sebaya dalam suasana festival. Lomba memindahkan biji kopi juga menjadi cara kreatif untuk mengenalkan kopi sebagai salah satu komoditas yang lekat dengan kehidupan masyarakat Amadanom. Sementara itu, lomba kolase memberikan ruang bagi peserta untuk menyalurkan kreativitas melalui karya seni. Antusiasme anak-anak dalam mengikuti perlombaan turut membuat suasana AMKOFEST semakin hidup.
Potensi kopi lokal juga diperkenalkan secara langsung melalui kehadiran tenant milik Bapak Nurdianto, salah satu pengusaha kopi di Desa Amadanom. Dalam festival tersebut, sekitar 500 cup kopi dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Masyarakat yang hadir dapat mencicipi kopi sekaligus mengenal produk dan pelaku usaha lokal yang mengembangkan komoditas tersebut. Kehadiran tenant kopi menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang promosi bagi produk lokal di tengah pelaksanaan festival. Interaksi langsung antara pelaku usaha dan pengunjung diharapkan dapat meningkatkan pengenalan terhadap kopi Amadanom sekaligus menunjukkan bahwa komoditas kopi memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif desa.
Memasuki malam hari, suasana AMKOFEST bergeser menjadi lebih semarak dengan festival seni dan budaya. Rangkaian acara malam diawali dengan sambutan dari Bapak Tupan, S.E. selaku penanggung jawab Desa Amadanom, Wisnu Pandu Darma selaku ketua pelaksana AMKOFEST, dan Bapak Hafidz Ageng Prakoso, S.IP. M.A., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 157 UMM. Kehadiran ketiga pihak tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan acara malam sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa, dalam pelaksanaan AMKOFEST 2026. Setelah sambutan, perhatian masyarakat kemudian tertuju pada panggung pertunjukan yang menampilkan beragam kesenian.
Pertunjukan seni malam itu turut melibatkan siswa SDN 1 Amadanom melalui penampilan tari. Para siswa tampil di hadapan masyarakat dan pengunjung festival sebagai bagian dari upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas mereka. Selain penampilan dari siswa sekolah, sembilan orang dari Sanggar Amadanom juga turut menampilkan pertunjukan tari. Keterlibatan kelompok seni lokal tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Amadanom memiliki potensi budaya yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan melalui kegiatan publik. Penampilan tari dari berbagai kelompok usia sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan antar-generasi dalam satu panggung festival.
Tidak berhenti pada pertunjukan tari, rangkaian festival budaya malam juga dimeriahkan dengan penampilan menyanyi. Perpaduan pertunjukan tari dan musik membuat suasana malam semakin semarak sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat yang hadir. Kehadiran para penampil dari lingkungan sekolah dan sanggar lokal menunjukkan bahwa AMKOFEST 2026 tidak hanya berfokus pada komoditas kopi, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan kesenian yang dimiliki. Festival ini menjadi wadah pertemuan antara potensi ekonomi dan budaya, sehingga kopi sebagai identitas desa dapat berjalan berdampingan dengan seni dan kreativitas masyarakat.
Melalui AMKOFEST 2026, KKN Berdampak Kelompok 157 UMM bersama Pemerintah Desa Amadanom dan masyarakat berupaya mengangkat berbagai potensi lokal dalam satu rangkaian festival. Mulai dari kopi, UMKM, kreativitas anak-anak, hingga seni budaya ditampilkan sebagai bagian dari kekayaan Desa Amadanom. Rangkaian acara yang berlangsung dari pagi hingga malam juga memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga pelaku seni dan masyarakat umum. Dengan mengusung semangat “Sinar Kopi Amadanom: Cangkrukan, Budaya, lan Rasa”, AMKOFEST 2026 diharapkan dapat menjadi ruang promosi potensi lokal sekaligus memperkuat kebersamaan dan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan dan keaarifan lokal di Desa Amadanom.
