Dermotimes.Id-Setiap negara pasti memiliki sejarah perjuangan sebelum menuju pada sebuah kemerdekaan. Dalam hal ini, para pejuang tentu memiliki tekad yang kuat serta pertaruhan yang penuh dalam mendeklarasikan kata “Merdeka”. Tidak dapat diragukan lagi bahwa sikap Patriotisme para pejuang lebih tinggi dari harga diri mereka sendiri. Bagaimana tidak, mulai dari tenaga, pikiran hingga pertumpahan darah pun tak luput dari perjuangan mereka.
Menurut KBBI, sikap patriotisme adalah sikap seseorang yang rela mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah air atau cinta tanah air. Menurut Budiyono, “patriotisme adalah sikap yang berupaya menjaga kemerdekaan dengan segala cara, termasuk dengan mengorbankan jiwa dan raga” dengan begitu dapat diketahui definisi dari patriotism yang merupakan sikap rela dan sanggup memperjuangankan kemerdekaan Indonesia dengan jiwa maupun raga.
Dunia mulai berkembang dan mempengaruhi perubahan Indonesia, mulai dari warga Indonesia yang masih memegang cangkul sebagai petani dan menjadi mata pencaharian utama hingga saat ini terjadi nya konsep hidup di Era Society 5.0 yang merupakan pengembangan dari era society 4.0. Menurut Ibu Herru Widiatmanti, Widyaiswara Madya Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Keuangan ketika menyampaikan materi tentang bagaimana caranya agar dapat membangun budaya kerja hebat di era society 5.0. Menurutnya, Society 5.0 adalah manusia dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi Industri 4.0 dan berpusat di teknologi. Pada Era ini, dimana sejumlah besar informasi dari sensor wilayah fisik diakumulasikan kedalam wilayah maya, big data dianalisis oleh Artificial Intellegence (AI), dan hasilnya akan dikembalikan ke wilayah fisik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sebagai generasi Indonesia, kita mempunyai tanggung jawab dalam memperjuangkan Indonesia di era saat ini. Cinta tanah air dengan rasa patriot merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh seluruh warga Indonesia terutama bagi para Generasi yang akan meneruskan langkah perjuangan bangsa ini. Generasi Z menerima produk pejuang berupa sebuah kemerdekaan. Sudah sepatutnya kita meneruskan perjuangan para pejuang sesuai dengan era saat ini. Seperti bersaing sehat membuat negara ini lebih maju atau menjadi generasi cemerlang dalam mempersiapkan Indonesia kedepan.
Di era ini, tak dapat dipungkiri bahwa sosial masyarakat juga berubah. Dalam beberapa fenomena yang terjadi ialah ketika generasi Z yang keliru dalam memanfaatkan teknologi di Era Society 5.0 ini. Kata ‘viral’ kerap kali menghatui mereka sehingga rela melakukan apapun agar viral hingga diundang beberapa station televisi. Mulailah timbul ide-ide yang tidak mencerminkan jati diri mereka sebagai anak bangsa, seperti, penghinaan terhadap identitas negara, menurunan moral yang di deklarasikan di media, dan lain sebagainya.
Menurut penulis, kekeliruan dalam memanfaatkan teknologi terutama di media social menjadi salah satu penyebab degradasi rasa patriotisme dalam kehidupan mereka di era society 5.0. alih-alih memanfaatkan teknologi 5.0 dalam memperkenalkan tanah air dengan berbagai prestasi mereka justru lebih terobsesi dengan kata viral dengan unggahan yang tak mencerminkan anak bangsa.
Selanjutnya, penulis menganggap ada beberapa cara menjadi generasi yang patriotis di era society 5.0 ini
- Mengetahui perjuangan kemerdekaan Indonesia
Indonesia tentu punya sejarah runtun dalam memerdekakan negara ini. Setiap sejarah pasti punya para pejuang sebagai subjek dalam perjuangan merdeka. Seperti yang ita ketahui, para pejuang tidak hanya berjuang lewat politik saja, melainkan dengan pertumpahan darah, keringat dan batin yang tersiksa oleh penjajah.
Indonesia pernah dijajah oleh enam negara sebelum memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Negara yang pernah menjajah Indonesia, yaitu Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, Inggris, dan Jepang. Dan Belanda yang paling lama menduduki Indonesia yaitu selama 3.5 abad.
Pengetahuan tentang perjalanan kemerdekaan Indonesia menjadi hal yang penting dalam menumbuhkan sikap patriotisme seseorang warga negara. Ia akan merasa tertantang dan ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di Era sekarang dengan segudang prestasi atau sekurang-kurangnya menjadi warga negara yang baik dan cinta terhadap tanah air.
- Berupaya memanfaatkan teknologi saat ini sebagai wadah memajukan bangsa tanpa mencela nilai-nilai luhur.
Pada era 5.0 ini, teknologi sangat amat berkembang pesat. Dalam penggunaan nya pun akan terkesan buruk jika yang ditampilkan adalah ujaran kebencian yang tidak mencerminkan karakter anak bangsa. Berbagai caption yang tak jarang ditemukan berisi tentang dogma-dogma yang tidak bertanggungjawab dan mengucilkan negara sendiri.
- Menjadikan pelajaran Kewarganegaraan sebagai bentuk refleksi bukan hanya sekedar mata pelajaran
Mata pelajaran kewarganegaraan menjadi teramat penting diera saat ini. Namun, banyak siswa siswi yang tidak menjadi kewarganegaan sebagai refleksi dalam perjuangan memajukan negara. Begitupun dengan guru, dengan beberapa metode yang diajarkan tak sampai mengena pada sanubari murid sebagai warga negara. Setelah jam pelajaran selesai maka, selesai pula lahkewajiban mereka dalam mempelajari mata pelajaran ini. Padahal sebenarnya pelajaran kewarganegaan lebih dari sekedar mata pelajaran atau mata kuliah. Melainkan salah satu upaya dalam mempertahankan rasa patriotisme pada generasi bangsa dan melek terhadap isu-isu kebangsaan di Era 5.0 ini.
Dari beberapa pemaparan diatas, selain menjetik, generasi Z yang lalai terhadap perkembangan negara dalam kemajuan teknologi di era ini, penulis juga memberikan banyak apresiasi kepada warga negara Indonesia yang sangat berupaya dalam memanfaatkan teknologi 5.0 dengan baik dan banyak menorehkan prestasi. Selain harus dipertahankan, semoga generasi Z lainnya ikut termotivasi dan memberikan kontribusi untuk negara ini.

Editor by Dermotimes.Id

Persoalan demikian memang menjadi hal yg tak dapat dihindarkan, akan selalu ada dan menjadi tantangan, terlebih lagi dalam suatu Negara. Maka hal yg perlu dilakukan adalah “Adaptasi” sejatinya yg sadar ialah mengingatkan. Sebagai intelektual sudah semestinya kita mrmpunyai tanggung jawab untuk menularkan nilai2 baik ke kelompok masyarakat kita. Patriotisme yes, extreme’s no. Atau bagaimana???