Dermotimes.id, KKN Berdampak Kelompok 167 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendorong inovasi produk keripik pisang di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, melalui pengembangan variasi rasa. Dalam program tersebut, pisang nangga dipilih sebagai bahan utama untuk diolah menjadi keripik dengan tiga pilihan rasa, yakni original manis, cokelat, dan tiramisu.
Pemilihan pisang nangga dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku yang dapat dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan. Pisang tersebut kemudian dikembangkan menjadi keripik sebagai salah satu bentuk pemanfaatan potensi lokal Desa Karangrejo. Pengolahan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Sebelum dilakukan inovasi, keripik pisang memiliki pilihan rasa yang masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Kelompok 167 mengembangkan variasi rasa agar produk memiliki pilihan yang lebih beragam bagi konsumen. Inovasi dilakukan dengan tetap mempertahankan keripik pisang sebagai produk utama, tetapi memberikan karakter rasa yang berbeda.
Tiga varian yang dikembangkan terdiri dari original manis, cokelat, dan tiramisu. Varian original manis menjadi pilihan rasa dasar yang mempertahankan cita rasa keripik pisang. Sementara itu, varian cokelat memberikan pilihan rasa yang lebih familiar bagi konsumen, sedangkan tiramisu menjadi alternatif dengan karakter rasa yang berbeda dari keripik pisang pada umumnya.
Pengembangan produk tidak hanya berfokus pada penambahan rasa. Kelompok 167 juga melihat pentingnya identitas produk agar keripik pisang memiliki daya tarik dan lebih mudah dikenali oleh konsumen. Identitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk olahan pisang dari Desa Karangrejo kepada masyarakat secara lebih luas.
Selain inovasi produk, aspek pemasaran juga menjadi perhatian dalam pengembangan keripik pisang. Keberadaan beberapa pilihan rasa memberikan peluang bagi produk untuk menjangkau konsumen dengan selera yang berbeda. Hal tersebut sekaligus membuka peluang agar keripik pisang Karangrejo dapat dipasarkan tidak hanya di lingkungan sekitar desa, tetapi juga ke jangkauan yang lebih luas.
Melalui program ini, KKN Berdampak Kelompok 167 UMM berupaya memanfaatkan potensi pangan lokal berupa pisang nangga menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Pengembangan tiga varian rasa menjadi langkah untuk memberikan pilihan baru kepada konsumen sekaligus memperkenalkan keripik pisang sebagai salah satu produk yang dapat dikembangkan dari potensi Desa Karangrejo.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan produk keripik pisang secara berkelanjutan. Dengan terus melakukan inovasi, memperkuat identitas produk, dan mengembangkan pemasaran, keripik pisang berbahan pisang nangga dari Desa Karangrejo memiliki peluang untuk berkembang sebagai produk olahan yang mendukung potensi ekonomi masyarakat setempat
Sumber: PERS RELEASE
