Dermotimes.id – Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Skema Khusus Kabupaten
Malang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya berfokus pada
pendataan wakaf masjid, tetapi juga memiliki program unggulan untuk menyentuh langsung
isu-isu penting bagi pelajar.
Salah satu program utamanya ialah seminar mengenai Personal Branding untuk Generasi Muda, yang bertujuan memberikan wawasan kepada siswa tentang pentingnya membangun citra diri positif di era digital.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025 merupakan bagian dari rangkaian program PMM yang dilaksanakan dari 21 Juli hingga 20 Agustus 2025.
Selain itu, program ini juga menyertakan penayangan film pendek karya mahasiswa Program Studi Ilmu
Komunikasi UMM sebagai sarana literasi media dan inspirasi kreatif.
Muhammad Izzudin Al Faiq selaku koordinator kelompok mengatakan, melalui program seminar personal branding dan penayangan film ini, kami ingin memberikan bekal kepada para pelajar tentang pentingnya membangun citra diri yang positif di era digital.
” Kami percaya bahwa generasi muda harus mampu mengenali potensi dirinya dan menampilkannya dengan cara yang baik, sehingga dapat menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan”, Ungkap koordinator kelompomk.
Acara yang diselenggarakan di MA Muhammadiyah 1 Malang ini, selain memberikan edukasi
tentang personal branding, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ajang promosi UMM untuk memberikan informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Malang, termasuk program studi yang tersedia, jalur pendaftaran, dan peluang beasiswa.

Meskipun seminar dan sosialisasi ini menghadapi kendala waktu karena bertepatan dengan kegiatan belajar siswa, mereka tetap terlihat antusias. Pihak sekolah pun memberikan respons positif dengan menyediakan ruang dan waktu untuk kegiatan ini.
Program unggulan ini dilaksanakan oleh tim PMM yang terdiri dari lima mahasiswa yakni Mohammad Izzudin Al Faiq, M. Fajar Hidayat Setiamukti, Jajang Bahroni Wicaksono Siek
Laihong, Nabila Makarim Nur Zaky dan Ahmad Rizki Alpian.
