Dermotimes.id, Malang, 26 Juni 2026 – Mahasiswa Praktikum Jurnalistik 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan acara launching media praktikum. Acara dirangkaikan dengan seminar bertajuk “Transformasi Media & Jurnalisme: Dari
Media Konvensional ke Media Modern”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkenalkan empat media hasil praktikum sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan dunia jurnalistik di tengah era digital.
Acara dibuka sejak pukul 13.00 WIB melalui sesi (open gate), kemudian dilanjutkan dengan
penampilan musik dari mahasiswi UMM yang menghibur para tamu undangan. Suasana
semakin semarak dengan penampilan tari dari siswa SMP PGRI 43 Malang sebelum memasuki
rangkaian acara inti.
Sebagai pembuka, Difi Arya selaku Ketua Pelaksana menyampaikan sambutannya
berupa harapan agar media hasil praktikum mampu menjadi wadah mahasiswa dalam
menghasilkan karya jurnalistik yang informatif, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Selanjutnya, dosen pengampu Praktikum Jurnalistik 3, Nurudin, M.Si., bersama perwakilan Program Studi Ilmu Komunikasi UMM turut menyampaikan sambutan. Mereka memberikan apresiasi atas kreativitas dan semangat mahasiswa dalam mengembangkan media digital.
Launching empat media hasil praktikum.
Memasuki sesi utama, terdapat peluncuran empat media praktikum, yaitu Natera, Soravista,
Zhelty, dan ClickBites. Selanjutnya, para pimpinan redaksi masing-masing media memaparkan latar belakang lahirnya media melalui sesi talkshow, sekaligus menjelaskan isu-isu yang melandasi konsep dan arah pemberitaan setiap media..
Media Natera hadir dengan fokus pada isu lingkungan, khususnya meningkatnya budaya
belanja daring (online shopping) yang berkontribusi terhadap penumpukan sampah kemasan.

sumber: IG @nateradotid
Sementara itu, Soravista mengangkat kebutuhan mahasiswa akan ruang untuk beristirahat dari
aktivitas digital melalui konten-konten yang mendorong gaya hidup lebih seimbang.

sumber : IG @soravista.id
Zhelty lahir sebagai media kesehatan yang mengajak masyarakat meningkatkan literasi kesehatan di
tengah fenomena fear of missing out (FOMO) terhadap berbagai informasi medis.

sumber : IG @zheltymedia
Adapun ClickBites hadir sebagai media yang mengangkat dunia kuliner dengan sasaran utama
Generasi Z yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap tren makanan dan pengalaman kuliner.

source: IG @clickbites_id
Dalam sesi diskusi, salah satu narasumber dari Natera mengajukan pertanyaan mengenai
alasan mahasiswa masih memiliki kepedulian terhadap dunia jurnalistik, apakah berasal dari
kesadaran pribadi atau semata-mata karena tuntutan akademik?. Menanggapi hal tersebut,
secara perwakilan Pimpinan Redaksi Soravista menjelaskan bahwa kepedulian tersebut tumbuh dari kesadaran mahasiswa sendiri, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa media ini merupakan bagian dari tugas praktikum.
“Karena kesadaran mahasiswa, tapi juga tidak menutup fakta bahwa ini adalah tugas praktikum.
Untuk menempuh praktikum ini pun juga berangkat dari pilihan pribadi, sehingga
menjalankannya juga penuh hati,” ujarnya.
Setelah sesi talkshow, panitia memberikan penghargaan kepada para pimpinan redaksi sebagai
bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membangun media praktikum.

Seminar bertajuk “Transformasi Media & Jurnalisme: Dari
Media Konvensional ke Media Modern”
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar utama yang menghadirkan praktisi
media, Tanti Nur Dwiyanti, sebagai narasumber. Mengusung tema “Transformasi Media &
Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern”, pemateri membahas perubahan
lanskap media di era digital, tantangan yang dihadapi jurnalis, hingga pentingnya kemampuan
adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan audiens masa kini.
Usai sesi seminar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pameran media yang menjadi salah
satu daya tarik utama dalam acara tersebut. Keempat media praktikum, yakni Natera, Soravista,
Zhelty, dan ClickBites, membuka booth interaktif yang menampilkan identitas media, karya
jurnalistik, serta berbagai aktivitas menarik bagi para pengunjung. Melalui konsep yang kreatif
dan komunikatif, setiap booth memberikan pengalaman berbeda yang mencerminkan karakter
masing-masing media.
Pameran pada Both Interaktif

source: Panitia Komjest 2026.
Tidak hanya mengunjungi booth, peserta juga diajak mengikuti berbagai permainan dan
tantangan interaktif yang telah disiapkan oleh masing-masing tim media. Setiap permainan
dirancang agar pengunjung dapat mengenal lebih dekat visi, isu, serta konten yang diangkat
oleh setiap media, sehingga interaksi yang terjalin tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga
edukatif.
Untuk meningkatkan antusiasme pengunjung, panitia KOMJEST turut menghadirkan sebuah
booth challenge. Setiap peserta memperoleh sebuah kipas yang sekaligus berfungsi sebagai
peta lokasi seluruh booth media. Pengunjung kemudian diminta mengunjungi setiap booth dan
menyelesaikan tantangan yang telah disiapkan. Setelah berhasil mengumpulkan seluruh tanda
sebagai bukti telah menyelesaikan tantangan di setiap booth, peserta berhak menukarkan kipas
tersebut dengan merchandise eksklusif berupa pin sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi
mereka.
Konsep pameran yang interaktif ini berhasil menciptakan suasana yang hidup sepanjang acara
berlangsung. Para pengunjung tampak antusias berpindah dari satu booth ke booth lainnya
untuk mengikuti permainan, berdiskusi dengan anggota tim media, hingga mengenal lebih jauh
konsep yang diusung oleh masing-masing media praktikum. Kehadiran berbagai aktivitas
tersebut menunjukkan bahwa media tidak hanya dapat menjadi sarana penyampaian informasi,
tetapi juga mampu membangun pengalaman komunikasi yang lebih dekat dengan audiens.
Sebagai penutup, panitia menyerahkan penghargaan kepada narasumber atas kontribusinya
dalam berbagi wawasan kepada para peserta. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto
bersama dan serangkaian acara penutup sebagai penanda berakhirnya rangkaian launching media praktikum dan seminar yang menjadi bagian dari KOMJEST 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berhasil memperkenalkan karya media yang telah mereka bangun selama proses praktikum, tetapi juga membuktikan bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk berkontribusi dalam dunia jurnalistik melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan media digital yang relevan dengan
kebutuhan masyarakat saat ini.
Sumber: Pers Release
