Geger di Masjidil Haram, Seorang Pria Diamankan! Benarkah Bawa Bom Bunuh Diri?

Dermotimes.id, Makkah, 2 Oktober 2026 — Kabar dugaan upaya serangan bom bunuh diri di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, beredar pada Kamis malam (1/10/2026) sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Seorang pria disebut mengenakan rompi yang diduga berisi bahan peledak dan bergerak mendekati Ka’bah sebelum diamankan petugas keamanan.

Namun, Keamanan Publik Arab Saudi membantah bahwa kejadian tersebut merupakan upaya serangan bom bunuh diri. Dalam pernyataan melalui platform X, pihak keamanan menyebut seorang pria ditangkap karena mengganggu orang yang melintas serta menimbulkan kepanikan dan ketakutan di kalangan jamaah.

Pihak berwenang menyatakan pria tersebut segera diamankan dan kasusnya telah diserahkan kepada Kejaksaan Umum. Keamanan Publik Arab Saudi juga menegaskan bahwa klaim mengenai dugaan serangan bom tersebut tidak benar.

Meski demikian, seorang jamaah umrah, Rahmat Ipango, memberikan kesaksian berbeda. Rahmat mengaku menyaksikan kejadian tersebut bersama istrinya. Menurutnya, pria tersebut mengenakan rompi yang diyakini berisi bahan peledak dan bergerak mendekati Ka’bah sebelum dihentikan oleh petugas keamanan atau askar.

“Jelas-jelas saya bersama istri menyaksikan secara langsung bahwa pria tersebut mengenakan rompi berisi bahan peledak. Pria tersebut mendekati Ka’bah sebelum akhirnya diberhentikan oleh askar,” ujar Rahmat.

Rahmat juga mengatakan sejumlah jamaah berusaha merekam kejadian tersebut, tetapi dilarang oleh petugas keamanan. Rahmat juga menyampaikan bahwa saat kejadian berlangsung, sejumlah jamaah yang berada di sekitar lokasi berusaha merekam peristiwa tersebut menggunakan telepon seluler. Namun, menurut keterangannya, petugas keamanan melarang jamaah untuk merekam.

“Begitupun dengan istri saya. Pada saat di tempat kejadian, istri saya hanya mengangkat HP untuk mencari jaringan yang hilang, tetapi dilarang oleh petugas. lalu istri saya langsung menunjukkan bukti kepada petugas bahwa dia hanya chatingan dengan temannya” kata Rahmat.

Kesaksian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan berbeda dengan keterangan resmi pemerintah Arab Saudi. Sementara itu, video yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan kejadian tersebut dilaporkan merupakan rekaman insiden pada 2017.

Hingga Jumat (2/10/2026), informasi yang dapat dikonfirmasi secara resmi adalah penangkapan seorang pria karena menimbulkan kepanikan di Makkah. Dugaan percobaan bom bunuh diri masih belum terverifikasi.

Sumber: Jurnalis Dermotimes40

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *