DermoTimes.id–Kelompok 80 Gelombang 5 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) jurusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengadakan kegiatan kreatif yang menginspirasi banyak orang bersama anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLBN) Negeri Kota Batu. Lebih tepatnya pada Jl. Masjid Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Mereka belajar membuat origami dengan berbagai bentuk, termasuk kincir angin, bintang, burung dan meronce manik-manik. Kegiatan PMM ini untuk melaksanakan Hilirisasi hasil penelitian UMM.
Origami adalah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik halus anak-anak, tetapi juga memungkinkan mereka untuk berkreasi dan mengekspresikan diri mereka melalui kertas.
SLBN Kota Batu ini memiliki sekelompok anak dengan berbagai tantangan dan kebutuhan khusus. Namun, mereka menunjukkan semangat dan antusiasme yang luar biasa saat belajar origami. Mahasiswa UMM yang telah merancang program kerja yang memadukan kegiatan ini dengan pendidikan inklusif untuk memastikan semua anak dapat terlibat dan dapat berpartisipasi. “Dengan adanya program kerja membuat origami dan meronce manik-manik ini diharapkan dapat mengembangkan potensi keterampilan dan meningkatkan kreativitas siswa-siswi SLBN Kota Batu, ujar Koordinator Kelompok 80 Gelombang 5”, Tsani Rahmawati.
Salah satu puncak acara adalah saat anak-anak berhasil membuat origami berbentuk kincir angin, bintang, dan burung dengan berbagai warna. Mereka dengan teliti mengikuti instruksi dan melipat kertas menjadi bentuk kincir angin, bintang, dan burung yang bagus.
Tidak hanya itu, anak-anak juga belajar cara meronce manik-manik dengan tekun. Mereka diajarkan langkah-langkah meronce yang benar, dan hasilnya adalah karya gelang dan cincin yang menawan dan mencerminkan dedikasi mereka.
Kegiatan ini tidak hanya tentang membuat karya seni yang indah, tetapi juga memberikan kesempatan pada anak-anak untuk meningkatkan koordinasi motorik mereka, pemahaman
pola, dan keterampilan sosial. Ini juga mendorong inklusi dan mengedepankan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh dan bersinar dalam cara yang unik. “Anak- Anak di SLBN Kota Batu ini meskipun dengan keterbatasannya mereka tetap mau berusaha dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas mereka”, ujar Ibu Siti Muawanah Mariyam. S.Pd selaku Kepala Sekolah SLBN Kota Batu.
Tentu saja keberhasilan hilirisasi ini tidak lepas dari peran dosen pendamping lapangan kelompok 80 gelombang 5, yaitu Ach. Apriyanto Romadhan. Ragam karya seni yang dihasilkan oleh siswa-siswi ini adalah bukti nyata dari kemauan mereka untuk berkreasi. Proses menciptakan kerajinan tangan memang tidak mudah. Namun, mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, justru menjadi jembatan menuju pengembangan keterampilan yang luar biasa.
Keberhasilan anak-anak SLBN Kota Batu dalam membuat origami kincir angin, burung, bintang, dan meronce manik-manik juga menjadi bukti kekuatan kreativitas dan semangat yang luar biasa. Semoga kegiatan ini akan terus diadakan untuk memberikan anak-anak dengan kebutuhan khusus peluang untuk mengembangkan potensi mereka dan mengejar impian mereka.
